Minggu, 13 Agustus 2017

Belitung Trip (1): Wisata Pantai Belitung

Belitung (“Belitong” dalam pelafalan masyarakat lokal) memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Belitung mulai terekspos sejak Laskar Pelangi difilmkan. Orang-orang jadi punya visual tentang Belitung. Yeah, dan memang di sana itu bagus banget!
Apa Belitung cuma kuat di pantainya?
Nggak juga. Kami cari wisata nonpantai dan kuliner khas sana. Semuanya kuat. Nah, postingan akan kubuat tiga seri: pantai, nonpantai, dan kuliner. Yang pertama ini jelas pantai.
***

1.   Pantai Tanjung Pendam
Pantai di Belitung paling banyak terletak di Belitung Timur. Satu-satunya pantai yang terletak di Kota Tanjung Pandan—yang kami kunjungi—adalah Pantai Tanjung Pendam. Namanya aja Tanjung Pendam: ada kala tertentu, pantainya terpendam air laut. Konon, pantai ini kecenya ketika matahari terbenam alias sunset. Namun, kami ke sana siang. Jadi ya ndak ketemu sunset.
 
Pantai Tanjung Pendam yang cihuy sunset-nya

Pohon yang tumbuh di air laut


2.  Pantai Tanjung Kelayang
Pantai ini hanya titik tolak untuk hopping island. Di sini banyak perahu-perahu yang siap mengantar para wisatawan berkunjung ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar situ. Pantai ini nggak ada fotonya karena memang kami nggak menikmati pantai ini. Di sini kami mandi bilas aja.

3.  Pulau Pasir
Pulau Pasir ini isinya ya cuma pasir. Macam Pulau Pasir Putih asuhannya Leebong yang aku ceritakan di sini. Di tempat ini kami nggak lama. Iyalah. Mau ngapain lama-lama, tempatnya aja kecil gini.
 
pulaunya segini-gininya gaes~

4.  Pulau Lengkuas
Pulau ini termasuk pulau yang jauh dari Tanjung Kelayang. Ditempuh sekitar 20 menit. Ciri khasnya adalah mercusuar yang gagah menjulang. Meski terletak di Belitung, mercusuar yang dibangun tahun 1882 ini berada di bawah naungan Departemen Perhubungan DKI Jakarta. Mulanya mercusuar ini boleh dinaiki hingga lantai teratas. Namun, sejak ada dugaan pungli, pengunjung dibatasi hanya boleh masuk hingga lantai 3. Sayangnya, ketika ke sana, sampai lantai 3 pun aku nggak bisa karena mercusuarnya habis dicat. Ya udahlah, aku ngobrol aja dengan orang entah siapa.
 
Biar mendung banget, bahagia jalan terus~

Keterangan tentang Mercusuar.

Mercusuar dari jarak dekat


Oh ya, selain mercusuar, kekhasan pulau ini adalah adanya spot snorkling dan—konon—diving. Jadi siapkan alat snorkling  kalau ke sini ya!
  
5.  Pulau Batu Berlayar
Keluar dari Pulau Lengkuas, langit makin gelap. Wah, nggak kebayang takutnya aku. Nggak terbiasa menghadapi cuaca begitu sih. Namun, perjalanan masih terus berlanjut. Dari Pulau Lengkuas perahu menuju Pulau Batu Berlayar. Isinya ya batu aja. Laut dan pantai Belitung ini memang khas banget dengan batu granit di mana-mana.
Di Pulau Batu Berlayar ini sempat agak ketar-ketir. Gimana nggak, pulau ini cuma bisa disinggahi satu perahu (dan itu perahu kami doang), hujan makin besar, langit gelap banget, gelombang tinggi, dan mesin perahu kami mati. Wuih, doa betebaran cuy!  
 
Cuma foto gini doang terus naik perahu lagi. Aku bahkan nggak turun dari perahu. Saat itu gerimis.

Sebenarnya setelah Pulau Batu Berlayar, masih ada Pulau Burung, Pulau Kepayang, dsb untuk hopping island. Kami nggak singgah karena hujan makin deras dan gelombang makin tinggi. Jadi lebih cepat sampai di Tanjung Kelayang, lebih baik. Ganti destinasi.

6.  Pantai Tanjung Tinggi
Total kami mengunjungi pantai ini sebanyak 3 kali. Wahahaha. Banyak amat ya!
Pertama, lepas dari hopping island dan balik ke Tanjung Kelayang. Namun, ramai sekali. Langit juga masih mendung. Belum sempat turun dari mobil, kami memutuskan pindah tempat.
Kunjungan kedua adalah sore hari saat langit sudah agak cerah. Pengunjung masih ramai sekali. Maklumlah, pantai ini memang terkenal karena Laskar Pelangi.
 
Semacam pengumuman bahwa tempat ini merupakan lokasi syuting Laskar Pelangi.

vandalisme :(
            Karena nggak puas, esok paginya kami muncul lagi di pantai ini. Nah, pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi pantai ini kalau tujuanmu adalah berpotret, tetapi tak ingin banyak orang. Memang, sunset di pantai ini bagus, tapi orangnya pun banyaaaakkk. Vote pagi ajalah aku.


Batu-batunya kayak sengaja disusun ya!


Airnya jernih bangeet..

Tampak atas (nggak usah bayangin fotografer kami kayak gimana ngambilnya deh)

7.  Pantai Serdang
Kalau kamu pengin lihat perahu nelayan yang unik dan berwarna-warni, datanglah ke pantai ini. Banyak jukung katir tertambat di sini. Pantai Serdang menjadi pantai terakhir yang kami singgahi. Letaknya di Manggar.
Kekhasan lain pantai ini adalah pinus lautnya. Cuma memang, kayaknya kalau untuk berenang nggak deh. Ombaknya agresif. Banyak sampah pula—dari botol minuman hingga batang kayu. Barangkali sampah itu terbawa air laut entah dari mana.
Pinus laut menaungi kami

Ombaknya cuma anteng ketika di foto.

Jukung katir warna-warni!

Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar