Sabtu, 15 Desember 2012

kasihan dia

kasihan dia.
harus menungguku berhenti bicara
agar dapat berkata-kata.
bukan apa-apa,
ia cuma tak ingin tampak sedang menyimak kata-kataku,
ia malas ketahuan menanggapi
ocehanku
lalu ia hanya diam:
menyahut, membantah,
menyetujui,
dalam diam.

tak lama aku terdiam.
menanti ia berkata-kata.

(13 Desember 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar