Kamis, 08 November 2012

angin



Ada yang mengetuk jendelaku dengan tergesa. Ternyata angin. Ia membawa sekarung surat cinta.

Angin pulang padaku dengan wajah lesu. "Ia tak butuh salammu".

Angin mengantar bau ke hidung, pun mengantar rasa ke kamu.

Pernah aku tulis namanya di tisu. Ulah anginlah hingga ia tahu.

Kuyakin, sebagaimana juga aku, banyak orang yang menitipkan salam melalui angin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar