Kamis, 21 Juni 2012

Bukankah jatuh cinta itu niscaya?

Bukankah jatuh cinta itu niscaya
sebagaimana siang setelah malam?

Lalu, apa yang kuresahkan di sini,
duduk di teras rumah,
menatap bintang yang  bercanda-canda?

Tak harus jika tak mau,
itu hukumnya.
Tetap saja jatuh cinta itu niscaya, bukan?


Kata-katamu

Kata-katamu melumer di tubuhku yang panas.
Ia merasuk ke lubang-lubang jiwa.
Entah mengapa aku harus acuh
padahal harus pun tidak.
Kurasa kata-katamu mantra
penyejuk, pelecut sekaligus.
Ternyata betapa rindu aku
pada aliran katamu
yang sumbat.
Kurasa itu cuma bukti
bahwa kamu peduli
meski kutahu katamu bisa mencincang-cincang ragaku.


H-10

4462926.
Ya.
Terima kasih.
Kuharap itu bukan untuk yang terakhir.
Kuharap juga ... .


Perempuan Pemungut Inspirasi

Perjalanan terdiri dari serpihan-serpihan inspirasi.
Kita hanya diminta memungut serpihan-serpihan itu
lalu menyusunnya menjadi gunungan kata
yang melahirkan gunungan makna.

Semua ini berawal dari "mulanya".
Mulanya kita buta,
kita tak tahu apa-apa,
hingga alam membentangkan semuanya
begitu gamblang
tanpa aling-aling.
Kukira itu yang  kita sebut dengan inspirasi.

Seorang perempuan berjalan tiap hari dalam hidupnya
mengaku sebagai pemungut serpihan inspirasi.
Ia hobi mengantongi inspirasi-inspirasi itu
untuk ia tuliskan dan ia ceritakan pada orang-orang buta.

Ia merasa ia begitu tua dalam perjalanan,
tetapi kurasa sebenarnya tidak.
Ia hanya merendah.
Perempuan pemungut inspirasi di jalan
merupakan jenis perempuan terbaik
yang layak menjadi sekolah awal bagi manusia.

Kubayangkan,
saat ini ia membaca tulisan ini,
ia menempatkan dirinya sebagai Sang Pemungut Inspirasi
karena memang dialah yang kita bicarakan.
Dari mulutnya akan mengalun kata-kata yang tidak saja berirama,
tetapi juga beraroma.

Tetap semangat,
hai perempuan! 


Kamis, 14 Juni 2012

tentang sinetron

 
hahaha... gue suka banget komik strip ini....
hmmmm...sinetron...
gimana, yaaa...?

Kacamata: Totto-chan..

Aku suka banget novel yang satu ini. Meskipun agak belepotan cara penyampaiannya dan kurang penjembatan, tetapi secara umum aku suka ide-ide yang muncul di novel ini.

Cara belajar ala novel ini:

1. siswa bebas memilih belajar dari pelajaran yang disuka (nggak harus sama semua satu kelas).

2. belajar di tempat yang nyaman (novel ini menggunakan gerbong yang tidak terpakai sebagai kelas).

3. belajar pada ahlinya, misalnya belajar bertani pada petani di sekitar sekolah.

4. belajar langsung ke alam. contoh: mempelajari kupu-kupu atau bunga dengan melihat langsung.

5. meminimalisasi diskriminasi. misalnya si kepala sekolah, Sosaku Kobayashi, mengadakan lomba-lomba yang sekiranya bisa dimenangkan oleh anak-anak dengan kemampuan terbatas, dsb.
beliau juga menyuruh siswanya untuk memakai baju terjelek untuk sekolah... keren, kan??

6. anak-anak sekolahnya Totto-chan (Tomoe Gakuen namanya), nggak suka corat-coret di dinding atau pagar rumah orang lain. kenapa?
karena mereka sudah puas mencorat-coret di aula sekolah. mereka diperbolehkan mencorat-coret aula berlantai papan sepuasnya lalu menghapus kembali jika sudah selesai.

7. Sosaku Kobayashi mengajarkan siswanya untuk memakan bekal yang seimbang. dia juga mengajarkan euritmik (kalo gak salah, bergerak sesuai dengan irama gitu...)

8. de el el...

menemukan keindahan yang lain dari novel ini?
boleh ditambahin...

yang belom baca,
hem...harus baca...
(waduh,,, dibayar berapa nih untuk promo? hehehe...)

pink-nya lucuuu...

tanda-tanda orang bete

(ummm....sebenernya ini cuma catatan iseng yang udah lama. dimunculin sebagai nostalgila aja....
"tanda-tanda orang bete" ini merupakan catatan waktu pelatihan untuk penulisan majalah kerja sama jurusan-desantara di mega mendung beberapa tahun lalu)

tanda-tanda orang bete:
1. ngerokok terus-terusan : mas Kirik

2. gerak terus (gak bisa diem) : asepp!

3. bolak-balik kamar mandi

4. ngobrwoool.....

5. ngunyeng2 pisang : utchan

6. numpuk2 dua botol aqua: k'Arief

7. garuk2 jidat : k'Adun

8.nopang dagu

9. megang2 jempol kaki: ina

10. mijet2 jari tangan: anggi

11. tanya2 jam : riza, asep, dll...

12. ngelurusin kaki

13.mojok: anand

14.sms-an kertas: ika, niek, nandrong

15. garuk2 kepala : ghofur

16. goyang2 badan : k'Arief

17. bolak-balik kamar gak jelas: kebanyakan

18. jatohin gelas, numpahin kopi : pak Irsyad

19. banyak terima telpon : mas Holid

20. ngdempetin dispenser: wulan ode

21. tengkurep! : anak2 UIN

22. ngurusin kaki: wulan ode

23. perut gak enak: wulan ode, lagi!

24. molor!

25. nguap truz! : ika

26. mainin hape : imas

27. makan (over)!

28. kentut! (hehe... yang ini dirahasiakan,ahh...)


(hyaaa...kangen juga saat bersama...)

BEBEK!

ini cuma cerita tentang bebek
yang berdiri di bawah matahari

ia menjadi istimewa
karena keceriaannya
karena kepandaiannya
karena dunia bisa tertawa untuknya
karena dunia bisa tertawa karenanya
karena terbuai dengan kelembutannya..

hm, penting nggak, yaaa???

terinspirasi dari sebuah majalah (atau katakanlah begitu) yang sering wara-wiri di SMA-SMA tertentu (ehm, memperhalus untuk nggak nyebut SMA unggulan aja..), gue minta ke siswa 9 SMP untuk nulisin berbagai pertanyaan. tentang apa? bebas! boleh tentang apa aja....

gimana hasilnya??

ini dia:

1. kenapa hujan sekarang turun terus-menerus?

2. kenapa Raihan cerewet?

3. berpa porsi makan Raihan sehari?

4. kapan saya dibelikan motor?

5. kapan hari kiamat datang?

6. kenapa harus sekolah?

7. kapan McDonald tutup?

8. kenapa Elisa orangnya lemot?

9. kenapa cincin makenya di jari manis?

10. berapa yah manusia yang udah mati di dunia?

11. kenapa bola harus bulat?

12. kenapa orang yang punya kumis mukanya serem?

13. siapa orang terbawel sepanjang masa?

14. kenapa ondel2 gede banget?

15. kenapa di Indonesia banyak orang pinter tapi Indonesia nggak maju2?

16. kenapa baju bisa meresap air?

17. kenapa kau tak membalas cintaku?

18. kenapa kauabaikan rasaku?

19. kenapa orang Cina matanya sipit?

20. kapan Naruto tamat?

21. kapan Naruto jadi hokage?

22. berapa banyak anak kecil yang bercita-cita jadi dokter?

23. bagaimana cara hati nurani bekerja?

24. mengapa pemikirian tiap orang berbeda?

25. mengapa banyak orang yang memiliki sifat gengsi?

26. mengapa pelajar laki-laki tidak boleh berambut panjang?

27. kenapa orang harus punya anak?

28. kapan Taufik jadi ketua RT?

29. apa yang terjadi setelah kiamat?

30. apa fungsi alis?

31. mengapa orang bisa bernasib sial?

32. mengapa matius suka sama Elisa?

33. kapan Faiz menghilangkan sifat kotornya?

34. mengapa kangguru jalannya loncat2?

35. kapan primagama kalimalang dibuat?

36. mengapa Raihan celananya bisa sobek di Tamini, jatuh dari metromini, dan jatuh di selokan?

37. status gue di FB apa, ya?

38. mengapa anjing najis?

39. kapan ya gue naik haji?

40. berapa jumlah kutu di kepala Pak Dedy?

41. kapan matematika akan musnah dari muka bumi?

42. siapa yang nyiptain 1+1=2?

43. kapan kak ika nikah?

44. mengapa orang tua wati menamakannya wati, bukan mira?
(khusus yang terakhir ini pertanyaan dari salah satu siswa SD)

nah, nah, sekarang pertanyaan gue:
penting, nggak, ya, semua itu ditanya dan dipertanyakan??


http://1.bp.blogspot.com/_7DVMhSzB8ps/TE-8gsNdd3I/AAAAAAAAAHc/F77vT71fdDc/s400/question-mark.jpg

"Nyam"

bulan yang meneteskan merah itu,
perlahan membiru beku
diam pejam bak batu

bulan yang tinggal sepotong itu
kucuri-kumakan-kutelan!
lahap tanpa sisa remah-remah

alam pun menghitam
tenggelam di pojok paling kelam
remuk menyatu bersama selesainya "nyam"..


Mau marah-marah

sayah mo marah.
benar, sodara!
sayah marrah.

gimana bisa seorang ibu (kalo emang bener-bener ibu)
ngamen di metro bawa-bawa bayi?
orang tua beneran apa bukan, sih?
masak tega gitu bawa-bawa bocah?
biar apa?
biar orang jatuh iba?

sungguh terlalu.

apa itu yang disebut usaha?
apa itu yang disebut cari nafkah?

udah bawa-bawa bayi + bocah umur 4 tahunan,
ngamen pake suara yang kurang dari pas-pasan.
kaga jelas nyanyi apah.

coba sekarang kasih tau sayah,
untuk alasan apah sayah harus memberi dia uang?
untuk rasa kasihan yang akhirnya jadi pembiasaan?
untuk seni? seni bagian mana?

terus,
kalo sayah nggak ngasih uang,
apah sayah ini pelit?
ya, sayah tau pelit emang pangkal kaya.
tapi, apah sayah jadi medit, lokek, bolkuning?

sayah nggak menyalahkan anak-anak yang di jalan
yang dengan santainya bilang,
"Mbak, bagi duit, doonggg.."
yang malak seenak udelnya,
yang malang melintang di tengah kendaraan lalu lalang seenak jidatnya.

http://3.bp.blogspot.com/_NeoLJUDfJFs/Sg6HoL9mtsI/AAAAAAAAAAM/d7b6FQBu7dI/s320/anak_jalanan_1.jpg

sayah nggak menyalahkan mereka--anak-anak itu
karena mungkin itulah nilai kebenaran dan nilai realita versi mereka.

sayah tidak menyalahkan mereka--anak-anak itu
sayah sangat MARRAH pada orang yang ada di balik punggung mereka.
orang yang memotong-motong amplop dan menulisi amplop untuk dibagikan pada penumpang,
orang yang meletakkan mereka di jalan dan menjadikan jalan sebagai rumah untuk mereka.

aduuuhhhhhhhhhhh...
sakiiiit, saaaaakiiiiitttttttt....


http://arrosyadi.files.wordpress.com/2010/07/anak-jalanan.jpg

CERITA LAMA

suatu saat gue akan cerita ke anak gue:

"Dulu mama selalu kejebak macet tiap kali berangkat atau pulang dari mana pun.
Tapi, di zaman kamu sekarang, kamu pasti nggak tahu macet itu apa, ya?"

(lalu gue menunggunya menggeleng)

"Macet sekarang ini cuma jadi kenangan sejarah yang romantis yang nggak akan pernah kamu alami karena manusia pada masamu bukan lagi manusia pengendara penikmat macet.
Manusia pada masamu lebih memilih jalan atau bersepeda atau mbecak yang buat sehat ketimbang berkendara yang membuat bumi serak dan batuk-batuk... ."



http://media4.wartanews.com/contents/media/berita/ilus_macet.jpg

Maju Tak Gentar

Dari 7 anak kelas 3 SD, 1 orang nggak tahu lagu "Maju Tak Gentar".
Doi BENER-BENER nggak bisa nyanyiin.

Whoaaaaa..

Ceritanya gini:
di buku panduan belajar (bahasa Indonesia, lho, yaa..) ada lirik lagu "Maju Tak Gentar". Anak-anak dengan spontanitas tinggi langsunglah menyanyikan lagu tersebut dengan berbagai cara: ada yang senandung, ala idola licik, eh, cilik, truz ada yang cuma komat-kamit.
Melihat reaksi tersebut, tercetuslah ide untuk mengajak mereka bernyanyi berjamaah.
Dengan gaya dirigen orkestra, gw pimpin itu anak-anak nyanyi..

"maju tak gentaar, membela yang benaar..
Maju tak gentaar, hak kita diseraang..
Maju serentak, mengusir penyerang..
Maju serentak, tentu kita menang..

Bergerak (bergerak),
serentak (serentak),
menerkam, menerjang, terjaang..
Tak gentar (tak gentar),
menyerang (menyerang),
majulah, majulah, menaang.."

ketika diperhatikan dengan saksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya), ternyata ada seorang anak berkaca mata berpipi chubby cuma garuk2 kepala, celingukan, sambil cengar-cengir liat temen2nya nyanyi.
Herman felani (alias: heraaaaan..) gw tanya anak itu, "kenapa kamu nggak ikut nyanyi?"

"nggak tau lagunya, kak.. Emang itu lagu apa, sih, kak?"

Ha.

Mangap gw.

*duch, duuuch..
Tahukah kau, naaak..
Lagu itu salah satu lagu pengantar tidurku waktu keciil..
Sebelum tidur, ibuku selalu nyanyi buatku..
Dari "potong bebek angsa menclok di kuali, upz, masak di kuali maksudnyaa.. Sampe lagu pemilihan umum telah memanggil kita, seluruh rakyat menyambut gembira..

Dan, tahukah kau, naak..
Lagu favorit yang sering kunyanyikan di ultah temen2ku adalah: garuda pancasila.

Truz..
Apa lagu favoritmu, naaak..

Selamat hari Kebangkitan Nasional!

Cuma status..

Sejak muncul di kancah per-FB-an, saya kerap menemukan status-status keren dari orang-orang yang terdaftar sebagai teman saya. Beberapa di antaranya bahkan masih melekat di benak. Saya pikir, daripada pudar seperti yang sudah-sudah, lebih baik saya bagikan lagi kepada Anda, pembaca tersayang... .
hehehe..

http://1.bp.blogspot.com/_-6y0hZVM55s/SYUhCZwoCQI/AAAAAAAAB90/djVG_fhUpXY/s400/benny%26mice_facebook_01022009.jpg

oia,
sebelum bicara banyak-banyak,
saya mohon mangap untuk kawan yang akan tercantum namanya... .
Tidak bermaksud macam-macam, tapi cuma semacam:
kata-katamu berkesan, kawand.

(berhubung menipisnya ingatan, jadi bagian yang saya ingat yang saya tulis. mudah-mudahan tidak mengurangi pesan dan kesan yang ingin disampaikan)

Nominasi status yang meninggalkan kesan untuk saya:

1. dhizhe, dengan status:
" 3 cinta yang tak berkesudahan:
1. cinta kepada Allah
2. cinta kepada orang tua
3. cinta fitri"

hahaha...
Ibu rumah tangga yang satu ini memang jawaranya bercanda, tetapi bukan berarti tidak mempunyai kepedulian. kritik di atas buktinya...

plok.. plok.. plok..

2. bungsoe Xianlun Maharaja
Bahasa persisnya saya lupa. yang saya ingat, doi bercerita tentang melamar kerja tapi jilbabnya dipermasalahkan. kurang lebih gitu..
tentang ini, saya pun teringat, saya pernah dilabeli "ninja girl".
pertanyaannya:
"Siapa, sih, yang menciptakan nilai rasa negatif dalam istilah ngece semacam itu?"
huh.

3. Agung Prawira
Bapak yang satu ini (ehm , sebenarnya, sih, belum asli bapak-bapak. khekhekhe...) seringkali muncul dengan status-status dan catatan yang lepas dan jujur--kadang terkesan emosional.
Saya sering menyebutnya: rolerkoster.
haha..

ini statusnya yang paling saya ingat:
"Bapak... stop jodohin saya!"

hahahahaha...
ngook..

4. Ade Agung Rachmadi
Sama-sama bernama panggilan : "Mas Agung".
Dewasa dan peduli.
itu kesan saya membaca status dan catatan-catatannya.
hobinya berdiri di tempat tak terlihat sambil mempelajari tingkah polah banyak orang.
dia memiliki stok pengetahuan yang banyak.
tanpa sungkan, ia akan membagi ilmunya pada orang yang ia inginkan,
namun, jika pembaca tersayang bertanya (menginginkan pengetahuan) darinya,
hehe...
paling disuruh belajar sendiri.

salah satu statusnya yang keren:
"menunggu teknologi yang tidak hanya menghantarkan data, suara, dan gambar saja, tetapi juga yang bisa menghantarkan bau pete yang sedang saya makan."

haha..
ide brilian, bukan?

5. Rhaisa Muthia
pengetahuan: dia adalah anak kelas 4 SD yang sebentar lagi kelas 5 SD dan tahun berikutnya kelas 6 SD.
okeh, bukan mau bicara tentang kelasnya, tetapi statusnya.
dia pernah tulis begini:
"Siapa yang pernah tidur jam 12 malam?
hii... sereeem.."

hahagg.. hahagg..
saya justru lupa seperti apa rasanya tidur jam 9... .
atau jam 10-laahh..
mengingat tren tidur saya adalah ketika sms gratisan habis dan ganti sms gratisan berikutnya.
haha...

6. Ruslan Ghofur
statusnya yang paling saya ingat:
"Mati ide."

kekayaan baru buat saya ketika itu...
asoylah.

7. Arie Aprilian
Saya baru kenal dengan teman yang satu ini.
Kenal pun kenal pemikirannya lewat status dan catatan FB-nya, bukan personalnya.
banyak tuturnya yang bikin ngakak, tapi banyak juga yang membuat terhenyak.
pemikiran-pemikiran yang ia lahirkan sendiri, ia sebut dengan : "Aprilianisme".

statusnya yang yahud:
"Bagi dunia, mungkin engkau hanya seseorang..
tapi bagi orang yang mengasihimu, engkau adalah dunianya (Aprilianisme)"

atau yang ini:
"Beb, rinduku padamu seperti orang yang mencret.
tak tertahankan."

hahahaha...

sebenarnya, masih banyak status-status (belum lagi catatan-catatan) seru dari teman-teman lain.
keterbatasan ingatan.
hehe..

berbagai perilaku pelaku FB.
dari yang hobinya memperbarui status (sekarang saya hapus karena isi beranda saya dia semua) hingga yang (hampir) tidak pernah buat status tapi tak pernah absen membaca status teman-temannya, bahkan mengintip catatan orang lain--yang saya yakin dia juga baca catatan ini.
hehe..

banyak status kurang penting disampaikan,
tetapi tak jarang pula status bernas muncul dengan anggun.
membaca status bernas teman-teman, saya jadi ingat pertanyaan salah satu siswa, Matius Djoevan Dacosta Marbun:
"Di Indonesia banyak orang pintar, tapi kenapa Indonesia nggak maju-maju?"

ya, bagaimana caranya agar Indonesia maju?
setuju dengan Aprilian:
"DORONG."

^^


http://3.bp.blogspot.com/_-6y0hZVM55s/S0my8XcOZsI/AAAAAAAADgU/M-JCgBBa94M/s400/kartun%2Bbenny%2Bmice%2B10%2Bjanuari%2B2010%2Bupdate%2Bstatus%2Bfacebook.jpg

Daripada macet, mending..

macet?
di angkot?

daripada macet, mending:
1. OL eFBe dan bikin status tentang macet kayak orang-orang--yang padahal tiap harinya ada aja yang ngeluhin tentang macet. tapi, nada statusnya kita bikin beda, misalnya:
" macet, oh.. macet..."
atau,
"macet... kutunggu lancarmu.."

2. nggak ada pulsa?
daripada macet, mending dengerin lagu-lagu di MP3 yang menghibur hati yang gundah gulana, seperti:
"macet lagi, macet lagi... gara-gara si Komo lewat.."
(oyah, sampe sekarang sayah percaya beneran ada si Komo di depan sana yang bikin macet. hehehe..)
ps: untuk menjalankan aksi ini, pastikan hape Andah dilengkapi fitur MP3, yaaa... (dan ada lagunya)

3. nggak ada pulsa, batere sekarat?
tenaaaang...
Andah bisa ngoceh2 di telepon (tanpa harus beli hape khusus ngoceh).
kan nggak punya pulsa?
siapa bilang harus pakai pulsa?
ya, pura2 aja angkat telepon dari seorang temen akrab gitu..
jangan lupa, ketawa2 sok lucu truz manggut2 sok pinter, yah...

4.bosen maen hape?
ya, gampanglaaah..
ingat, sodara, manusia itu homo socius.
Andah bisa ajak obrol itu orang di sebelah Andah.
obrolan bisa dimulai dengan basa-basi, semisal:
"Panas, ya..." (Sambil mengipas2 dengan tangan dan lekatkan pandangan Andah pada lawan bicara yang menyiratkan arti: "jawab, dong, gue mau ngobrol..")
atau, bisa dimulai dengan:
"Udah malam, ya..." (sambil ngeliat bulan yang ngejogrok asoy di atas langit sana)
atau, bisa juga:
"Jakarta pasti macet. kalo nggak macet mah bukan Jakarta, ya.." (sambil senyum2 sok pinter padahal... basi! hehe..)

5. orang di sekitar Andah nggak bersahabat diajak ngomong karena waspada dompet atau hapenya pindah tangan?
yaudeee..
mending memikirkan banyak hal, alias... ngayal.
Andah bisa ngayal Andah kredit motor (lagi).
berhubung anggota keluarga Andah ada 5, jadi Andah berpikir untuk kredit motor 4 lagi. 1 orang 1 motor.
kenapa, eh, kenapa motor??
karena, eh, karena motor bisa nyelip2 dan selalu menang di jalan.

atauuuu...
Andah bisa ngayal Andah meminta pada pemerentah untuk menjadikan motor sebagai kendaraan tunggal di Jakarta dan kota2 laen yang bernasib serupa.
daripada banyak mobil tapi 2 jam nggak bergerak dan cuma motor yang bisa gerak, mending sekalian aja semua orang pake motor.
ya, kan?

polusi?
peduli amat.
toh, kalo semua orang pake kendaraan, berarti tiap orang penyumbang polusi, kan?

6. udah ngelakuin semuanya tapi masih macet juga?
yaudahlaaaaaahh..
turun aja dari angkot dan...
JALAN KAKIi.
berdayakan tubuh Andah.
tubuh sehat, kantong sehat.

(malah jangan2 ada satu masa semua kendaraan nggak bisa gerak sama sekali--termasuk motor--dan tak bergeming pada posisi masing2. ketika itu, orang2 turun dari kendaraan dan meninggalkan kendaraannya di jalan.
hahaha... kalo udah gitu, apanya yang modern kalo yang teknologi yang paling canggih adalah tubuh kita sendiri????)


selamat menikmati macet, kawan!
^^

http://humorsingkat.files.wordpress.com/2011/10/kata-kata-lucu-bbm.jpg

Apa cita-citamu?

suatu ketika,
anak-anak 3 SD mengerjakan soal di panduan belajar dengan tekun, khidmat, dan bersahaja (halah!).
salah satu soal itu berbunyi:
"Cita-cita saya adalah... ."

para pembaca yang budiman (emm.. pakdiman juga, deh..),
berhubung jumlah siswa 3 SD berjumlah 3 orang, berarti jumlah jawabannya pun 3 macam, bukan?

ini dia jawaban mereka.

anak pertama menulis:
"ABRI."
ohh..
ia ingin menjadi ABRI, sodara...
(bukan TNI)
saya tanya alasannya,
"Kakek saya ABRI, kak... ."


http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/211588_100002570849271_5559969_n.jpg

hm, okeh...
bolehlah...
sayah mengangguk-angguk (sok) bijak...
(pantes doi pake istilah ABRI..
lah wong yang jadi referensinya itu kakeknya...
hihihi.. piss, Kek..)

Lalu, apa jawaban anak kedua?

ia menulis,
"Belum tahu."
sayah tanya,
"Kenapa?"
"Aku suka nari, suka nyanyi, truz suka main musik..."

http://4.bp.blogspot.com/_v1plAetYq5U/TQJMeeVuKHI/AAAAAAAAAAM/Dhu4Ufd0FPU/s1600/cartoon_dancer.jpg
okeeeh..
wajaaar...
pengetahuan tentang cita-cita seorang anak kecil mungkin belum banyak..
jadi wajar kalau dia belum menentukan pilihan...
kembali sayah mengangguk-angguk..

lalu, lalu, apa jawaban anak ketiga?

ia menulis,
"Pemadam kebakaran."

merah, ikon, orang-orang, pemadam kebakaran, api, mesin
wuidiiiiiihhhhh....
pemadam kebakaran, sodara!
cita-cita yang tidak umum.
biasanya anak-anak akan memilih dokter, astronot, atau arsitek sebagai cita-cita...
iya, kan, sodara?
iya, kan??

tapi ini?
pemadam kebakaran.

idealis sekali anak ini, pikir saya.
sayah pun senyum2 bangga..

dengan semangat dan senyum penuh kebanggaan,
sayah tanya alasannya.

apa dia bilang?

"Lupa, Kak.."

haahhh?
lupaaa?
"alasannya kok lupa, siih?"

"bukan, kaaakk..."

ternyata dia bukan lupa alasan ia memilih cita-cita itu.

"Lah, truz apanya yang lupa?"

"Saya lupa cita-cita saya apa..
jadi saya tulis aja pemadam kebakaran..."

haaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh?
jadi,
doi lupa cita-citanya sendiri???
hahahahahaha...

kirain apa!



bedewe,
selamat hari anak nasional, kawand!
^^

Taik kucing!

Dengan mengantongi jutaan mondol-mondol
mereka bicara tentang kemiskinan
dengan senyum terkembang
mereka bicara tentang penderitaan
dengan perut buncit kegendutan
mereka bicara tentang kelaparan
lalu, apa aku bilang?

Taik kucing semuanya!

http://www.ngapak.com/wp-content/uploads/2010/12/serbaserbikartuobalPC85P.jpg

...?

.. Seulas senyum cerminkan semua,
siap curi start berlomba dengan kata
dan singkat semua
hantar rasa
pancar aura di jiwa..

Maka dengan ini turut berduka cita
atas kematian kata..

^^

b e c a k !

sumpah.
gue sangat-sangat-sangat berharap angkutan ini nggak punah dan cuma jadi romantisme sejarah.
gue ngrasa,
ketika gue naek angkutan yang satu ini,
gue bisa melihat lebih jelas daerah gue sendiri,
yang tiap hari gue lewatin
tapi nggak diperhatiin dengan saksama
dan cuma liat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
karena motor / mobil (angkot) yang gw tumpangi ngebut.

gw nggak pengen,
anak gw kenal becak dari buku sejarah
(ehm, itu juga kalo benda ini dinilai cukup kriteria
masuk sebagai benda bersejarah
dan cukup kompeten untuk masuk buku sejarah).

gue bisa banget nikmatin perjalanan,
bercengkrama (kalo ada temennya),
khusyu (kalo sendiri aja).

meski begitu,
bukan gw nggak mikir dari segi si penarik becak.

gw bukan sedang mengeksploitasi manusia.
gw nggak lagi menjajah.
(membela diri..
teteup, yeuh?)

si abang itu sebenernya beruntung,
(eh, tukang becak semua laki2, kan, ya?)
kenapa gw bilang beruntung?
karena, eh, karena minuman itu haram.
(upz, itu mah oma irama).
maksud gw,
doi beruntung karena badannya selalu bugar.
gimana, enggak?
sambil olahraga doi dapet duit.
untung, kan, namanya?
ya, kan? ya, kan?

tapi, tapi, tapiiiiii..
gw pikir, pikir, pikiiiiirrr..
apa itu potret kecil Indonesia, yah?
manusia yang dimanfaatkan tenaganya an sich
(atau, yah, kadar penggunaan otak yang nggak terlalu banyaklaaah..)

eh, jadi pengen tau,
becak itu dari mana, ya?
apa dari cina?
adaptasi rickshaw gitu?
cari di google, aah..
eh, tapi nyelesein catetan ini dulu.

yang jelas,
becak nggak boleh punah!
kalo semua diganti dengan mesin,
nggak olahraga kita.
iya, kan, sodara?
ya.. yang olahraga si abangnya sih emang..

eh, eh,
ngomong2 olahraga,
apa ganti konsep aja:
penumpang ngegoes di belakang,
truz abang becaknya di depan???
^^

selamat hari becak nasional! (haha.. ngarang!)

http://minyos.its.rmit.edu.au/~dwa/slides/wheels/becak02.jpg

Asal mula cinta itu buta

sebelum baca banyak2, sekadar info aja, tulisan berikut saya copas (dengan perubahan dikit2) dari sebuah majalah yang namanya berbau Inggris "Go girl"..

kita sering denger istilah "cinta itu buta", kan?
begini awal mula kenapa cinta itu buta...

"Suatu hari, semua sifat sedang berkumpul. Mereka bosan dan bingung mau ngapain.
Kecerdasan mengusulkan untuk bermain petak umpet. semua menyukai ide itu dan Kegilaan-lah yang kebagian berhitung pertama kali.
set.
semua ngumpet.
selesai ngitung, Si Kegilaan langsung menemukan Kemalasan karena doi nggak mau mengeluarkan energi untuk sembunyi.
Keraguan ditemukan berikutnya karena ia masih ragu mau sembunyi di mana.
selanjutnya, Kelembutan pun ditemukan bersembunyi di balik bulan.
Kegilaan berhasil menemukan semuanya, kecuali Cinta.
Kecemburuan yang emang selalu iri itu memberitahukan bahwa si Cinta sembunyi di balik mawar.
Kegilaan mencari di antara semak mawar, tapi tak kunjung ditemukan.
saking putus asa mencari,
Kegilaan menusuk-nusukkan garpu taman ke sembarang arah demi menemukan Cinta.
selang beberapa lama,
terdengar suara tangis yang ternyata milik Cinta.
ia keluar dari persembunyian sambil menutupi matanya dengan tangan.
darah segar yang berasal dari matanya mengalir di jari-jari Cinta.
Kegilaan pun menyesal.
"Aku membuatmu buta, Cinta. apa yang harus kuperbuat untuk memperbaikinya?"
masih dengan menangis, Cinta menjawab, "Kamu tak bisa memperbaikinya. tapi kalau mau, kamu bisa jadi penuntunku."

sejak saat itu, di mana ada Cinta, di situ ada Kegilaan.."

hehehehehe...
kirain apa.
^^

TanyatanyaTANYA

Kalo di catatan rada2 awal sayah masukin pertanyaan2 siswa, sekarang sayah bagi pertanyaan sayah. Mau dijawab, boleh..
Mau nambahin ya nggak dilarang..
Cekibrot:
1. Kayak apa buah simalakama? Apa hubungannya ma simarakarmaa? (okeh, ini udah jadi status)

2. Di mana idung semut? Ko die bisa tau letak kue yang sayah umpetin?

3. Kira2 apa kata si Komo ngliat Jakarta yang tanpa die aja udah padet naujubilah?

4. Semua orang juga tau Jakarta macetnya naujubile, taapii kenapa orang tetep beli mobil/motor?

5. Apa yang dipikirin pak haji "Anu" waktu bawa pulang parsel yang harusnya untuk penceramah, yah?

6. Apa cita2 kamuh waktu kecil? Masih pengen mencapai itu?

7. Apa kata pertama kamuh waktu belajar ngomong?

8. Apa kamuh juga pengen punya sekolah kayak Tomoe Gakuen (sekolahnya Totto-chan)?

9. Apa di deket rumahmu masih ada lapangan/tanah kosong? (kuburan jangan diitung, brur..)

truz,
10. Apa nama bagian muka kita yang terletak di antara bi2r ma idung? (inget, ya, bukan kumis cz yang disebut kumis itu kan rambut2nyaa..)
ayo, coba disentuh dulu bagian yang saya maksud.. Atas bi2r bawah idung.. Nah, apa tuh namanya?

http://geoyogi.files.wordpress.com/2012/01/tanda-tanya1.jpg
Okeh,
selesai tidak selesai kumpulkan.
^^

Capek Seharian Kerja?

Capek seharian kerja?
Mending mengemis, Sodara.
Dalam sehari bisa dapat ratusan ribu.
Syaratnya mudah.
Cuma harus buang harga diri, prestis, dan rasa malu.

Hidup nggak akan pernah terasa adil bagi siapa pun, Sodara.
Jadi simpen aja itu apa yang namanya idealisme, kebanggaan, dan teman2nya.

Dalam sehari bisa dapat ratusan ribu, Sodara.
Coba Sodara bandingkan dengan tukang bangunan, tukang gali saluran entah apa, sopir angkot, atau mungkin dengan guru.
Sehari cuma dapat berapa mereka?
Cuma tampang doang mendingan tapi kempes kantongnya.
Buat apa kerja begitu keras, Sodara?
Padahal Sodara tinggal modal jelekin muka & pandangan memelas..

Yah, untuk pengemis pemula cuma dapat ratusan ribu tapi kalau sudah lebih tinggi, sodara di penjara pun tetap dapat puluhan juta.
Gimana nggak enak hidup di Indonesia?

Udahlah, kayak penting aja meratapi nasib..
Dunia tak akan pernah terasa adil bagi siapa pun, Sodara..

http://1.bp.blogspot.com/---2AINWQmSc/TzucfaOCaxI/AAAAAAAAAIo/PHJa8qIxKi8/s1600/Pengemis_800_600.jpg

Buruh & Birojasa

Nah, cerita berikut bukan cerita saya melainkan cerita seorang teman.
Fyi, ia mengajar IPS 3 SD.
Berikut ceritanya.

Teman saya: hayo, siapa yang tahu buruh itu apaa?
Siswa 1: aku tahu, aku tahu.. (saya membayangkan anak itu mengacungkan jari).
Teman saya: apa?
Siswa 1: buruh itu kan buruh olahraga, buruh beladiri.. Ya, kan, kak?
Teman saya: itu guruu..
Buruh, buruh.. Siapa yang tahu?
Siswa 2: aku tahuu.. Pemburuh kan, kaa?
Teman saya: hyaaa.. Bukaan.. Itu pem-bu-ru..
Buruh itu orang yang bekerja, semacam kuli..
Nah, kalo sekarang, biro jasa itu apa?
Siswa 3: aku tahu, kak..
Birojasa itu kan kalo kita sekolah terus kuliah, kita dapet birojasa..
Teman saya: itu ijazaaaaaaah..

^^

http://yudowati.files.wordpress.com/2010/04/11.jpg

Perempuan itu

Perempuan itu terus berlari
dari kejaran raksasa
yang akan melahapnya

dalam keadaan seperti itu
tak juga ia bertemu dengan pangeran
yang (selalu) tampan dan siap
menolong tuan putri
melumat si raksasa

perempuan itu terus berlari
tapi semakin yakin bahwa pangeran tampan
hanya ada dalam cerita
sedangkan raksasanya begitu nyata
mengejar di belakangnya..

Dan perempuan itu terus berlari..

Prolog.. ^^

Susah emang kalo lu disukain ma cewek yang hobi nulis cerita.
Lu akan berakhir seperti gue:
duduk di bioskop,
makan popcorn,
dan menyaksikan cerita lu diputar dengan didampingi perempuan lain, yang bukan tokoh cerita.

Itu sungguh menyiksa.
Lu pengen tersenyum,
lu pengen terharu,
lu pengen berekspresi apa pun,
akan menjadi salah bagi pacar lu yang duduk di samping lu.

Perempuan tokoh cerita?
Ah,
Entah apa rasanya.
Entah ada di mana.
Entah seperti apa ekspresinya.

Tips ngajak kenalan mas-mas POM bensin

naksir mas-mas kece yang kerja di POM bensin?
tapi nggak tau cara ngajak kenalannya?
ohohoho...
sini saya bantu..
ehm, sebenernya siiihhh ini ide orang-orang,
truz saya cuma merangkum jadi satu.
oke, langsung aja.
ini dia tips ngajak kenalan cowok POM bensin.

1. pura-pura tabrakan sambil bawa buku yang banyak2
heeeiiiiii....
ini cowok pom bensin.

oh, oke.
ini nggak berlaku.
kita langsung ke tips yang kedua aja.

2. minta pertamax di tempat premium
"Mas, minta pertamax sepuluh ribu, ya..." (dengan stok kemanisan yang kita punya)
"Oh, Mbak, ini tempat premium. nggak ada pertamax di sini... ."
"Em, tapi nomor telepon ada, kaaaaaaaaaaann?"
aha.

3. sering beli di situ
ini, sih, otomatis.
sebisa mungkin kita harus sering beli di tempat mas-mas kece ini. kalo perlu, tuh, ya, dua-tiga kali sehari kita ikut antre panjang2 demi berhadapan langsung dengan si mas itu.
truz, truz, kalo pas udah sampe depan masnya ternyata tangki kita masih penuh?
oh, ya, nggak papaa...
tinggal bilang aja, "eh, masih penuh. oia, tadi kan abis isi di POM ono... ya, udah, nggak jadi deh, Mas..."
blezz.
kita langsung melesat.
saya yakin. anda pasti diinget.
seneng, kan? seneng, kaaaannnn??

4. pura2 adain survei
cowok POM irit omong?
embeerrrr...
kita siasatin aja.
ceritanya kita ngadain survei dari lembaga apa gitu.
namanya juga survei, kita kan pasti banyak tanya2 gitu, kan?
naaaahhh... sekalian minta nomor hapenya, untuk tanya kalo ada hal yang nggak jelas.
jadi, halal kan minta nopenya?
ehem, ehem.

5. beli bensin 100 ribu
oh...
motor nggak bisa nampung??
aha.
justru itu.
kan jadi punya waktu lebih lama untuk ngebrel2 ma mas2 itu.
atao paling nggak, punya cukup waktu buat ngapalin letak idungnya.
hehehe..

bensinnya meluber?
nggak papaaa...
apa, sih, yang nggak buat doi?
ya, kan? ya, kaaan?

terutama untuk kamu yang lagi naksir berat ama mas2 kece di POM,
selamat mencoba, kawand.
semoga sukses.
^^

http://4.bp.blogspot.com/-EEh0erKtbUY/T6zVhb6XPJI/AAAAAAAAAC0/XRku_zNRyCg/s1600/971077-gas_station_attendant_super.jpg

17

Hai, lelaki berbalut senja pantai,
kita tidak bicara cinta di sini
sedangkan kamu masih menikmati
pertemuan matahari dan bulan
cuma dengan rokok di tangan.

^^



(Buaran, 15 Oktober 2010)

Cuma segini persahabatan kita?

Alkisah ada dua orang anak yang bersahabat. Sebut saja mereka Ina & Mal. Ina berasal dari keluarga kaya, tetapi ia tidak menyadari kekayaan yang dimilikinya. Wajahnya cantik, rumahnya sekitar 30 buah, ditambah perusahaan2 yang dimilikinya. Sayangnya, sekali lagi, ia tidak menyadarinya.

Kebalikan dari Ina, Mal berasal dari keluarga biasa yang cenderung tidak punya apa2. Semula Mal biasa saja terhadap Ina, tetapi lama-kelamaan niat persahabatannya berubah.

Ina terkenal ceroboh & tidak bisa menjaga miliknya. Dompet, tempat ponsel, baju, dan barang2 lain sering hilang atau tertinggal. Namun, Ina tak ambil pusing. Biasanya, ia memiliki beberapa, tidak hanya satu.

Melihat itu Mal gemas. Semula ia hanya bercanda dengan membawa pulpen pink yang ditinggal Ina di meja. Ina yang tidak menyadari hal itu tetap hidup seperti biasa. Akhirnya, Mal jadi terbiasa membawa pulang barang2 Ina yang tercecer.

Ketika suatu hari Ina akan menulis, barulah ia ingat pulpen pink-nya. Tentu saja sudah tidak ada.

Ketika Mal memakai salah satu baju Ina yang sejak beli belum pernah dipakai karena Ina tiba2 berubah selera, Ina baru menyadari baju itu begitu cantik. Saat itu ia juga menyadari baju itu sudah bukan miliknya karena ia pernah merelakan baju itu untuk Mal.

Selanjutnya ketika Mal memakai sepatu lama Ina yang masih bagus yang sudah tidak digunakan & merawat dengan baik, Ina baru sadar juga bahwa sepatu itu berkualitas bagus. Waktu itu ia juga merelakan karena dipikirnya masih banyak kekayaan lain yang dimilikinya.

Terus begitu.

Benda remeh-temeh (atau setidaknya begitu menurut Ina) digunakan & dirawat Mal. Barang2 itu menjadi miliknya. Dengan muka kecut, mau tidak mau, Ina harus benar2 merelakan barang2 itu. Toh, aku masih kaya, pikirnya.

Namun, apa benar begitu?
Kemarin pulpen pink, lalu baju, dan sekarang sepatu. Besok apalagi yang akhirnya dimiliki Mal?

Sebenarnya, Mal yang tidak punya etiket, atau Ina yang tidak punya itikad (untuk memiliki & menjaga)?

Kalau Anda jadi Ina, bagaimana perasaan Anda melihat barang2 remeh-temeh Anda ternyata menjadi berkilau dan begitu indah di tangan orang lain?

Kalau Anda jadi Ina, Apakah Anda akan terus membiarkan Mal?

Kalau Anda jadi Ina, Apa yang bisa Anda lakukan?


Bdw,
Selamat hari sumpah pemuda, kawand..
^^

http://blog.umy.ac.id/karyaku/files/2010/12/unyil.jpg

http://blog.ub.ac.id/depruu/files/2010/09/unyil2.jpg

Cerita Pagi

Hari itu ada rapat litbang di Buaran.
Sebelum rapat dimulai, kami berbagi cerita tentang perjalanan pagi itu.
Dari lima orang (termasuk saya), 3 di antaranya memiliki inti cerita yang sama karena ketiganya melalui jalur yang sama: Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Mereka cerita tentang metro 47 yang dibakar massa karena "penguasa jalanan" itu menabrak pengendara motor hingga salah satunya meninggal & menyisakan serpihan2 kepala.
Mereka juga cerita massa yang marah menjadikan supir metro sebagai bulan2an
(saya sih nggak tau apa benar2 supir itu yang salah atau karena salah si pengendara motor).
Mereka bergantian bercerita dari perspektif yang berbeda.
Ada yang cerita ketika melalui jalan itu masih melihat kepulan asap dari metro yang dibakar
sampe ada yang bilang terjebak macet keterlaluan gara2 peristiwa itu dan akhirnya minta jemput suaminya untuk "menyelamatkannya"..

Jika 3 orang itu memiliki cerita yang sama,
Seorang yang lain, yang nama gaulnya seperti nama anggota band wali, punya cerita yang sedikit berbeda
--meski masih seputar metro.
Ekspresinya yang runyam terdeteksi jelas saat baru tiba (kayak orang pengen bok*r di kali tapi kalinya penuh orang yang juga bok*r gitu deh..).
Saya tanya alasannya,
dia bilang dia bosan menunggu metro (teringat angkot 37 yang nunggunya bikin tua) truz sekalinya naik ternyata malah kebut2an dengan metro lain.
"mabok gw jadinya..," katanya dengan gondok.

Nah, saya mikir tentang perjalanan saya
lantas saya bilang,
"wah, lu-lu orang jadi pada punya cerita ya pagi ini..
Ada2 aja masalah di jalan..
Padahal masalah terbesar gw adalah susahnya masukin konde ke helm..
Truz sekalinya itu konde masuk helm tetep aja sebagian nyenul2 ke luar..
Yang ada ya.. Lama2 itu helm makin turun ke depan dan nutupin pandangan gw..
Nah, kalo udah gitu, gw mau liat apa coba?
Kaga punya cerita kan gw jadinya.."

satu orang terbahak dan yang lainnya megang2 sesuatu sok sibuk dan pasang ekspresi "ketawanggakyaaa"..


http://rosso99.files.wordpress.com/2011/01/big-head-cop.jpg

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/524230_3031358269001_1414214157_32268161_550168355_n.jpg

Elegi me- dan di-

Ini tentang me- dan di-

Ada yang menjemput, ada yang dijemput..

Ada yang menunggu, ada yang ditunggu..

Ada yang mencinta, ada yang dicinta..

Ada yang menanti, ada yang dinanti..


Di mana posisimu?

...

Aku tahu,
suatu saat nanti aku akan sendiri
karena memang sejak awal aku sendiri
tetapi tetap saja
aku tak bisa tidak berbagi.

Aku menginginkan jodoh yang sempurna
meski dengan sadar jodoh yang sempurna pun bisa berakhir
karena sebagaimana makhluk lain
ia memiliki awal.

Aku,
si Ika Fitriana itu,
bukan individu yang langsung berdiri,
ada tokoh di kananku,
ada tokoh di kiriku,
ada tokoh di belakangku,
ada tokoh di depanku,
yang dengan setia mengiringiku dengan sayang
yang mengisi tiap lekuk hidupku dengan cinta.

Aku tak bisa memintamu tetap di sini,
aku tak bisa memintamu untuk tidak tinggalkanku,
aku tak bisa meminta jodoh kita tidak berakhir.

Aku hanya bisa bilang,
"semoga kita selalu bahagia
di mana pun kita berada
dan kita tetap ada
selama kita percaya.."

SEMANGAT!
^^



Jaticempaka, 02 April 2011, 23:05
(didedikasikan untuk orang2 dalam hidupku..
Terima kasih..)

Dua orang di halte bus

Dua orang di halte bus
sedang menanti bus yang berbeda.
Semula mereka biarkan diam
menguasai, sunyi.
Lalu entah bagaimana bermulanya
mereka bertukar kata
bertukar cerita
tentang cuaca
tentang dunia
tentang angkasa
tentang kata.

"Yang satu" acapkali terlihat
mengecek jam di tangannya
mungkin dalam hatinya bertanya
"kapan busku akan tiba?"
melihat itu, "yang lain" buang muka ke cakrawala
entah apa yang diharapnya.

Bus "yang satu" akhirnya tiba.
Ia lantas berlalu
tinggalkan "yang lain"
tapi sudah terlanjur tersemat cerita
tentang "yang lain" dalam dirinya
yang akan ia bawa2 dalam hidup selanjutnya.

Tentang "yang lain",
ia mengubah rencana.
Ia bukan lagi menanti bus rupanya
melainkan si "yang satu" yang penuh cerita
yang baru saja bersamanya.

Menurut orang ia gila,
padahal ia cuma tergila-gila.
Ia bilang,
"Di mana letak kegilaanku?
Aku gila karena menggantungkan harapan kepadanya
atau justru gila jika tidak berharap berjalan bersamanya?"



^^
_happy sun day_

Versus Odong-odong

Dengan menggebu-gebu teman saya cerita.

Teman saya:
"Gw ngajarin siswa gw nyanyi pelangi2.."

saya:
"em.. Truz?"

teman saya:
"eh.. Die nyanyinya 'pelangit-pelangit'.. Aneh bener.."

saya:
"hehe.. Itu mah biasa.. Gw juga dulu waktu kecil bilangnya 'pelangit2' ko.."

teman saya:
"jiaah.. Bedon.. Untung gw cerdas dari kecil.."

saya:
"hahahaha.. Sial."

teman saya:
"nah, truz, udah abis nyanyi pelangi, dia minta diajarin lagu laen..
Dia bilang, 'Kak, lagu matahari..'
gw bilang, 'em.. nggak ada..'
bocah itu bilang lagi, 'lagu bulan deh, kak..'
gw jawab, 'itu juga nggak ada..'
truz, tau bocah itu bilang apa?
Dia bilang,
'yaah.. Masa kakak kalah ma tukang odong2.. Tukang odong2 aja punya lagu matahari ma bulan..'"

saya:
"Bbbbbbbwakakakakakakakakak.."

http://2.bp.blogspot.com/-WcZU2Ep-KOQ/T89zl-lsUfI/AAAAAAAAADA/xRirerex3j0/s400/odongodong.jpg

Buat yang pake rok..

Pernah naek motor pake rok?

Saya pernah.

Roknya pernah masuk ke roda2 motor?

Saya juga pernah.

Ceritanya begini:
waktu itu saya--dengan dijemput seorang kawan--berniat pergi kondangan.
Nah, namanya mau kondangan,
penampilan rapi jali bin sabeni dong..
Batik nuansa coklat dipadu rok megaaar
(emang megar banget itu rok yang kalo dipikir2 muat untuk 5 orang bocah maen petak umpet)
asoy dah pokoknya..

Emak saya melarang saya pake rok
tapi saya nggak peduli
karena emang lagi mood pake rok itu.
Emak akhirnya menyarankan untuk duduk nyemplak, jangan bonceng..
Saya tetap duduk bonceng karena eh karena cuma mo nunjukin kalo saya bisa duduk lazimnya cewek..

Selanjutnya motor melaju..

Awalnya asoy2 aja..
Tapi pas sampe daerah cawang (selurusan carrefourlah..) depan bukopin seberang mugi griya,
tiba2 motor mati.

Tek.

Nggak bergerak sama sekali.

Sama sekali nggak bergerak.

Di belakang sana bis2 gede, mobil2 kenceng, melaju nggak bersalah..
Padahal kami di tengah2.
Si kawan berencana meminggirkan motor.
Tapi nggak bisa.
Nggak bisa gerak.
Sama sekali.

Usut punya usut,
ternyata rok saya nyangkut.

"yah, gimana ini?" (panik)
"turun dulu"

dengan perasaan apa pun yang dirasakannya,
si kawan menarik motor ke pinggir
dan saat dia menarik saya juga harus gerak.
(kebayang nggak sih gw harus gerak bareng ma motor?? Kaya apalah gitu..)

udah sampe di pinggir,
orang2 yang merubung (satpam2 bukopin, mbak & ms sales yang kebetulan lewat, dan entah siapa lagi)
memvonis "roknya harus digunting".

Wuaaa..
Mereka itu nggak tau apa ya saya mo kondangan
dan heiii.. Itu rok kesayangan sayaa..

Saya bersikeras menolak.

Mb sales cerita tentang dia dulu juga pernah begitu
lalu blablabla..
Dan selagi perhatian saya teralih ke mbak2 itu,
dengan cekatan pak satpam berkonspirasi dengan kawan saya menggunting rok yang masuk ke jeruji..

Kres, kres.

Wuaaaaaaa..
Kalo roknya digunting,
berartiiiii..

Bak pahlawan,
mbak sales bilang,
"sini, mbak..
Saya punya jarum pentul banyak."

dan, ting.
Saya terbalut rok yang bocel2.

Dan,
sama sekali nggak endah.

Kawan saya?

Geli banget.
Usahanya untuk nahan ketawa payah.
Sumpah.
Ugh.


http://3.bp.blogspot.com/-CIzeaQvIngM/TpUq8sAIcqI/AAAAAAAAAFE/e52FUn2xMLo/s1600/070927-kartun1.jpg

Pesan cerita:
inget untuk bawa jarum pentul atau peniti + gunting
kalo berniat bermotor pake rok.
Serius.

Guratan

Di telapak tangan tiap orang terdapat guratan-guratan.
Guratan di tiap telapak tangan berbeda-beda.
Konon itu tanda dari takdir.

Perempuan itu lantas membuka telapak tangannya.
Ia amati dengan cermat yang ia punya
cerita yang dibuatkan untuknya.
Garis-garis semrawut terpantul di matanya.

Ia mendelik pada takdir yang senyum-senyum penuh misteri.

Ia ambil sebilah silet,
kemudian ia buat berbagai garis melintang berbagai arah
hingga meninggalkan banyak guratan baru.

Puas lalu ia tertawa
dan berkata pada takdir,
"nah, dengan begini,
kau pasti terkecoh, hah?"


Negeri Mati

Alkisah tersebutlah sebuah negeri undur-undur yang makmur, subur, dan teratur.
Negeri tersebut dipimpin oleh raja undur-undur yang bernama Raja Nantinanti.
Ia sering bilang, "nanti, nanti.."

di negeri tersebut juga hidup undur-undur bernama Bentarbentar.
Ia merupakan salah seorang prajurit dari kasta terendah di negeri tersebut.
Raja tidak menyukai Bentarbentar karena tiap kali disuruh pergi perang atau diperintah apa pun,
ia selalu bilang,
"Sebentar, Baginda, sebentar.."

dengan kinerja seperti itu,
raja lama kelamaan menjadi geram
sehingga tiap Bentarbentar menuntut upahnya,
raja selalu bilang,
"Nanti dulu, duhai prajuritku yang gagah berani.."

besoknya, Bentarbentar datang lagi meminta upahnya dan dijawab "nanti, nanti"..
terus begitu sampai bulan berikutnya..
Dan bulan selanjutnya..

Syahdan,
negeri itu lalu mati karena sudah tidak ada lagi kegiatan di sana.
Hal tersebut karena prajurit yang diperintah selalu menunda-nunda pekerjaan sebab upahnya juga ditunda-tunda
dan di sisi lain raja tidak kunjung memberi upah karena tiap perintahnya selalu dijawab "sebentar, sebentar.."


tamat.

http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/173668_100001999213926_7833747_n.jpg

Kura-kura dan Siput

Suatu hari yang cerah di hutan, raja hutan akan mengadakan rapat.
Seluruh hewan berbondong2 menghadiri rapat itu.
Begitu juga kura2 dan siput.
Keduanya berusaha keras agar cepat sampai di TKP karena raja hutan tidak suka ada yang terlambat.

Ketika hewan lain sudah berada di TKP, kura2 dan siput masih di jalan.
Dengan terengah2 siput berkata, "aku pasrah, deh, tuan kura2.. Pasti telat ini.."

"jangan begitu, kita harus tetap berusaha.."

"aku lelah. Tenaga terforsir hingga tingkat maksimal.."

"kalau begitu, naiklah ke punggungku.."

"oh, terima kasih."

begitulah.
Siput pun naik ke punggung kura2.

Sesampainya di TKP, siput langsung bercerita kepada hewan lain tentang kejadian itu.

Dia bercerita dengan mata berbinar2,
"tuan kura2 hebat, lho..
Dia ke sini tadi ngebut banget..
Aku yang berada di punggungnya sampai ngeri..
Kecepatannya sangat luar biasa..
Menakjubkan."

*hewan lain melongo

http://satukura.files.wordpress.com/2011/03/image001.jpg?w=450

MPA

Salah satu hal yang gw inget dari MPA (Masa Pengenalan Akademik) alias ospek adalah ketika gw kenalan ma orang.
Gini ceritanya.

Kita mulai dengan peraturan untuk anak baru:
"nggak boleh dianter ke kampus".
Kalo ketauaan..
Beuuh..
Sasaran empuk ituh..
Padahal, gw harus dianter biar telatnya masih ketolong.
Hehe..

Gw memutar otak dengan jenius
(yah, gw rasa itu ide paling jenius yang gw punya untuk saat itu),
gw turun di perempatan Mega, Jalan Pemuda Rawamangun,
yang jaraknya ke kampus kira-kira 5 menit naek motor
tapi kalo jalan kaki ada kali 1000 langkah..
(nggak termasuk jalan dari depan kampus ke jurusan, lho, yaa..)

takut banget telat
(tar disuruh makan cacing dicabein apa gitu kali),
gw lari2 menuju kampus.

Ketika lari,
ternyata ada yang larinya seirama ma gw..
Gw liat ke arahnya..
Dia liat ke arah gw..
Inget sopan santun,
gw senyumin.
Truz dia juga senyum
(inget sopan santun juga kali..)

lari kami masih senada.
Nggak enak dong kalo sama2 diem..
Gw: "hufh, hufh, hufh, baru juga?"
dia: "iya. Ngosh, ngosh.."
gw: "ffh.. Na-ma lo siapa?"
dia: "blepbebebb.. (suaranya kena angin).."
gw: "ooh.. (berasa denger)."
dia: "lo siapa?"
gw: "gw ikaa.."

sekalinya gw ngurangin lari,
dia juga sama.
Ah, betapa tidak serunya itu, ya?

Gw: "lu juru-san apa?"
dia: "blepebebebb.. (angin bener2 nggak ngasih gw kesempatan denger, ya?) kalo lu?"
gw: "bahasa-indo-ne-sia.. Hff.. Hff.."
dia: "ooh.."

ngerasa nggak ada basa basi lagi,
gw: "duluan, ya.."
dia: "ya.."
gw lari rada cepetan
(jadi inget kalo lomba 17-an, gw paling hoki di lomba yang ada larinya karena badan gw enteng tapi paling mati kutu kalo udah lomba masukin benang ke botol eh ke jarum eh maksud gw bukan mau cerita 17-an..)

ya pokoknya gw udah pamit ma itu orang..
Tapi nggak lama kemudian..
Wuussh..
Dia mendahului gw selayaknya Rossi melewati Pedrosa
(eh, Rossi ma Pedrosa satu kelas nggak, sih?)..

Ya pokoknya dia ngelewatin gw dan belok ke arah jurusannya
(kayaknya. mo belok ke mana lagi?)..

Gw pun terpana.
Kenapa jadi DIA yang duluaaan?
Kan GUE yang pamitaan?

http://3.bp.blogspot.com/-0RY9RTR5i2M/TWopn-AvRtI/AAAAAAAAACg/erzo89SWQ5k/s320/olahraga%2Blari%2Bkartun.png

Bedewe,
intinya sih,
dari perkenalan saat itu,
sampe sekarang,
gw nggak tau dia siapa dan jurusan apa..
Hehehe..

87

Awalnya iseng buka2 catetan lama.
Tahun 2004.
Waktu itu, gw & beberapa teman ngobrol tentang mencintai & dicintai.
Intinya:
"kalo ada 2 orang: yang sukai & menyukai kita,
maka pilih yang menyukai kita.
Soalnya, udah terjamin perasaannya.
Coba kalo kita bareng orang yang kita sukai (doi belum tentu menyukai kita),
jadi makan ati."

hmm..
Aroma "mencintai & dicintai" ini menarik.
Sampai sekarang.
Kenapa ya seolah kita disuruh pilih antara mencintai & dicintai?
Seakan lu cuma punya 1 pilihan.
Padahal, gimana pun juga, pasti ada cara,
keduanya berjalan
(cuma emang gw nggak bicara porsi di sini).

Gw percaya,
orang yang mencintai pihak lain (apalagi dengan seluruh dirinya)
pasti akan dicintai.
Begitu sebaliknya.
Orang yang dicintai
akan mencintai
(lagi2, gw nggak bicara porsi
dan waktu
di sini).

Jujur itu..

Udah lama nggak ketemu~
"Hai, ke mana aja?"
"Ada.."
"Udah punya pacar baru ya sekarang?"
"Nggak.."
"Ah, nggak percaya.. Ini pasti udah punya pacar baru.."
"Nggak ko.."
"Udah deeh.. Ngaku aja.. Udah punya pacar baru kan?"
"Iya."

Hwaaaaa..
Tuh, kaan..
Dia udah punya pacar baru..
DIE.

Begitulah manusia:
kerap menuntut kejujuran tapi giliran jujur, kabur..
Pernah?

: Fragmen

Dia menekuni pasir pantai seraya menghitungnya satu per satu. Tersemburat wajah penuh belas kasih pada wajahnya: hal yang lazim kita temukan pada orang yang sedang membongkar celengan dan menghitung isinya.
Bahagia.

Ia sedang tidak di sana. Entah ke mana, antariksa atau apa. Setelah 1 jam akhirnya ia kembali dari antariksanya.

"Hei, sejak kapan?" katanya dengan wajah penuh kemenangan--kuduga ia berhasil menangkap Lyra atau Canopus atau semacamnya dan dengan sembunyi-sembunyi ia simpan dalam saku lalu bersikap aku tak tahu.

"Umm.. Sejaak.. kamu begini...," kutirukan gaya menekan-nekan hidung layaknya tombol yang sering ia lakukan ketika berpikir, "terus begini... Begini... Begini...," sambil kutirukan semua gerakannya tadi.

"Hahahaha.. Masak sih aku begitu?"

Pffft.. Ternyata betul tadi ia tidak di sana.

"Eh, kamu tahu," katanya tiba-tiba, "Mengapa laut di depan kita ini berwarna biru?"

Aku memasang tampang berpikir keras lalu menjawab, "Tidak tahu." Dia pasti bukan mau mengajakku belajar IPA.

"Laut itu berwarna biru biar matching."

"Matching?"

"Iya. Sama baju kita.."

Aha. Benar kan? Dia tidak berniat belajar IPA. Mataku tanpa dikomando langsung menuju baju birunya dan baju biruku lalu laut lalu pengunjung yang lain.

"Em... Lalu bagaimana dengan mereka yang memakai baju selain biru?"

"Kita istimewa. Sampai-sampai laut mau memadankan dirinya dengan kita, tahu.. Hahahaha... ."

Tawa jahilnya tampak melebar. Pandangannya menembus lazuardi senja itu. Aku masih merasa ia tidak sepenuhnya di sini.

Gembira.
Sangat gembira.
Tapi tidak di sini, di pantai ini.



Doa Manual

Waktu ke musolla,
saya tertawa melihat teman saya
--yang saya kira udah salat--
lagi sms-an.

Yah, kadang2 omongan emang lebih cepat dari pikiran,
saya otomatis berujar,
"heh, mb itaw, orang tuh, ya, kalo doa abis salat itu manual. Tangannya diangkat ke atas. Gini, nih! (memperagakan cara menadahkan tangan) doa yang bener. Jangan pake sms.."

dia bengong sedetik
lantas ngikik,
berusaha banget nahan ketawa.

Sebodo amat, saya lanjutin gerundeng,
"doa kok lewat hape.. Manual, manual.."
dia makin geli.

"kenapa, sih?" lama2 terganggu juga sayanya.
Suara saya tetap sama, tidak saya turunkan nadanya padahal dia udah berulang2 nempelin telunjuk ke bibir.
Saya pikir, ngapain juga bisik2?
Ganggu siapa?
Emang di rumah sakit?
Ya, kan?

Eh tapi mb itaw masih berusaha keras nggak ngakak sambil nunjuk2 ke belakang saya.

Penasaran, saya balik badan.
Voila!
Ada seorang bapak2..
Lagi berdoa..
Serius banget..
Sambil menadahkan tangan!

Laaah, mana kite tau lagi ada yang doa manual beneran?

http://2.bp.blogspot.com/_jZ1F2nxKzqo/TTP2dmdytDI/AAAAAAAAAAY/-IxrjA9s-Ts/S748/kartun2vd.gif
Seorang kawan, Lilis Sayyidah Murniasih, yang sangat menyukai Rahne Putri menuliskan ulang puisi karya Rahne Putri di https://www.facebook.com/notes/lilis-sayyidah-murniasih/puisi/10150949905722264 . Berikut puisinya:

Ada yang jatuh di hatiku. Sepertinya itu namamu.
Lalu dia pecah, remah huruf hurufnya merebak ke seluruh paru paru.
Meleleh merembes membasahi pori nodi.
Menjalar, melaju menuju kepala
Kemudian membelah diri berjuta-juta.
Masih. Masih membelah diri.
Tak bisa berhenti

Membaca puisi tersebut, aku teringat sebuah puisiku.
kutuliskan dalam kolom komentar:
 
Kubayangkan, si "Amoeba" itu akan bilang:

aku liar rasuki tubuhmu,
beri warna pada tulangmu,
jalari aliran darahmu.
Takkan hilang aku
takkan terhempas.
Rela tidak rela harus kauterima aku
sebagai bagian dari tubuhmu;
bagian otakmu;
inspirasi dalam denting penamu.
Ke mana kau pergi,
aku adalah bayangmu
--yang menghitung jejak nafasmu.
Tidak bisa lepas,
tidak bisa hempas,
tidak bisa tidak.
Hahaha..
Mau ke mana lagi?
Aku hidup dalam tubuhmu.
Never die.



Rabu, 13 Juni 2012

Piring Siapa?

Adek saya diminta mengembalikan piring tetangga.
Jadi, si tetangga pernah memberikan makanan untuk kami.
Nah, sekarang kami ingin mengembalikan itu.

Adek saya: "ini, mo balikin piring.."

tetangga: "lah, tapi ini bukan piring kita, mbak.."

adek saya: "oh? Gitu ya? Ya, udah, tar dulu ya.. Pulang dulu kalo gitu.."

si adek pun pulang sambil bawa2 piring DAN MAKANAN DI ATASNYA.

Yaa.. Tapi akhirnya sih dia balik lagi ke rumah tetangga sambil bawa piring yang bener + makanannya juga biar nggak dianggep pehape.. Hohoho..


makanan, ucapan syukur, kalkun, piring, kartun, burung