Sabtu, 26 November 2011

Bbbbbbbbb..

 

















Ibumu malam, ayahmu matahari
kaubilang keduanya hanya bisa bertemu
di negeri antara yang disebut Senja.
Kaulahir atas keterbatasan pertemuan
dan optimalisasi kebersahajaan kebersamaan.

Kaucerita,
banyak orang yang melabelimu anak haram
: anak yang tidak seharusnya
padahal kau sendiri tidak tahu
"seharusnya" itu apa-siapa-di mana-berapa-mengapa-kapan-bagaimana

dan kini,
kamu mau mengulang cerita mereka
hendak mengawiniku: pikiranmu sendiri.



(Jaticempaka, 19 Oktober 2011)

abang/adek ketemu gede

Dijadiin "abang" atau "adek ketemu gede" ma seseorang?

Tahu nggak, selain kamu, di luar sana ada jutaan orang yang dijadiin "abang/adek" ma doi, lhoo..

Tahu nggak, "abang/adek ketemu gede" itu kan istilah lain untuk selingkuh terselubung, terutama buat yang jadi "abang/adek" tapi nggak dikenalin ma pasangan ybs.

Tahu nggak, kenapa kamu dijadiin "abang/adek"?
Karena doi pengen milikin kamu juga tapi mentok/ada benturan.
Misaal: doi atau kamu juga udah punya pasangan.

Yaa.. Intinya sih,
daripada hts-an atas nama "abang-adek", mending kamu jadian ajaa..
Apa?
Nggak mungkin?
Complicated?
Sophisticated?
Vindicated? I'm selfish? I'm wrong? I'm right?

Ya, udah, terserah.
Sampai batas waktu yang tidak ditentukan,
kamu akan tetap jadi bayang2nya yang selalu ada
tanpa mampu terakui perasaannya.


SDA yang dapat diperbaharui

Ini cerita temen. Doi ngajar IPS gitu ke anak 3 SD. Ada soal yang bunyinya: "Sumber daya alam apa yang bisa diperbaharui? Apa hutan, minyak, nikel, atau tembaga?"

si anak jawab,
"minyaaak."

"Loh, kenapa?"

"itu, kak.. Em, mama saya kalo minyaknya abis beli lagi di supermarkeet.."


http://3.bp.blogspot.com/_Q27GLcty6wU/S9EAwq3V2BI/AAAAAAAAAAc/-gBp8bu6Tok/s400/masak+bareng+kartun.png

Penyesalan 30 tahun

Kalau maksud Anda catatan ini bercerita tentang penyesalan saya selama 30 tahun, Anda salah.
(Yaiyalaaaah.. Umur saya kan masih 12 tahun ;p )

saya akan bagikan kepada Anda kutipan tulisan Gus Mus yang sangat menarik.
Ada seorang tokoh yang menyesal selama 30 tahun karena ia bersyukur. Nah, lo!
Berikut kutipannya:

"Entah mengapa, saya jadi malu mensyukuri kenikmatan kesendirian saya. Saya teringat cerita tentang wali Allah, Syeikh Sariy as-Saqathy (wafat th 253 H/967 M), seorang arif, murid sufi besar Ma'ruf Karkhy. Ia pernah berkata, 'Tiga puluh tahun aku beristighfar, memohon ampun Allah atas ucapanku sekali: Alhamdulillah!'
'Lho, bagaimana itu?' tanya seorang yang mendengarnya.
'Terjadi kebakaran di Baghdad,' kata Syeikh menjelaskan, 'lalu, ada orang yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap, "Alhamdulillah!" Maka ucapan itulah yang kusesali selama tiga puluh tahun ini. Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.'
Tiga puluh tahun Syeikh Sariy menyesali ucapan alhamdulillahnya. Beliau menyesal karena sadar--sekejap setelah melafalkan ucapan syukurnya itu--bahwa dengan ungkapan syukurnya itu berarti beliau masih sangat tebal perhatiannya kepada diri sendiri. Begitu tebal hingga menindih kepekaan perhatiannya kepada sesama. Sekejap beliau tersadar; alangkah degilnya orang yang mensyukuri keselamatan sebuah toko pada saat keselamatan sesama dan harta benda mereka terbakar habis. Alangkah musykilnya orang yang sanggup menyatakan kegembiraan di saat musibah menimpa sebagian besar saudara-saudaranya."

Semoga kita menjadi lebih baik. ^^ 


http://www.unipdu.ac.id/en/images/berita_foto/unipdu-gusmus-3.jpg

Sabtu, 03 September 2011

oalah, kirain apa!

ini pengalaman temannya teman saya (halah!) di daerah Yogyakarta.
Begini ceritanya.

Malam itu,

sebagaimana lazimnya salat berjamaah dengan suara dikeraskan,
jamaah akan menjawab ''aamiin'' di bagian akhir al-fatihah.

Imam: ''.. Ghoiril maghdhuubi 'alaihim walaadhdholliin..''

jamaah: ''aamiin..''

eh, mendadak ada yang nyaut:

''jiye, jiyee.. Kompak ni, yee..''

hahahahahaha..

Usut punya usut, ternyata suara itu berasal dari suara orang gila di teras.

Oalah, kirain apa! 


http://1.bp.blogspot.com/_ZwNH4RIxOyg/TTk_t7MWJzI/AAAAAAAAAKI/pARCVNg78fw/s1600/kartun%2Blucu.gif 

Happy Ending

Kenapa, sih, orang2 itu?
Mereka bilang:
"gw siap mati untuk lu.."
atau
"gw siap mati demi lu.."
ATAU
"gw siap mati bersama lu.."

ngeekk~


kayak cuma punya 1 opsi aja:

mati.

Daripada siap mati,

mending juga
"gw siap hidup bersama lu.."

happy ending.


 

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tarawih

Kuapan-kuapan lebar
menyambut kata:
"aamiin..!"


http://4.bp.blogspot.com/-lPkBREWTXi0/Tqqh_I4fWzI/AAAAAAAAAVI/kWHxv5YVovo/s1600/shalat-jamaah.jpg


(Jaticempaka, 17 Ramadan 1428 H)

Senin, 01 Agustus 2011

bangkit, yuk..

sayang,
bangun, sayang..
sudah siang..

ayo, dong, sayang..
bangkit..
bertahanlah..
kuatlah..

bangkit, sayang..
bangkit..
jangan biarkan monster kecil itu
menghancurkan dirimu..

kamu dibuat bukan untuk jatuh,
tapi untuk bertambah kuat, sayang..

mau lari, silakan..
tapi cepat kembali, ya..
putus kontak, silakan..
tapi cepat kembali, ya..

ini bukan (cuma) tentang kamu,
tapi tentang kita..

jangan kalah sama waktu,
jangan hancur karena onak,
jangan, jangan, sayang..

sabarlah..
ikhlaslah..
lapangkan dadamu..
setelah itu bangkitlah..

jika tidak bisa langsung berdiri,
kamu boleh merangkak dulu,
kamu boleh berpegangan pada sesuatu
tapi jangan kalah, sayang..
jangan biarkan nasib mengacak-acak kita..

kuat, sayang..
kuatlah..

jika garis-garis tanganmu berbuat tidak adil,
buatlah garis-garis baru..
buatlah ceritamu..

mari, mari, mari..
semangat,
semangat,
jangan pernah mati..

ingat, sayang..
innallaha ma'ana (sesungguhnya Allah bersama kita)..
innallaha ma'ana..
innallaha ma'ana..
percayalah..

kuat, sayang..
kuat..
sabar..
ikhlas..
bangkit..
bangkit..
sudah siang..





























































(Jaticempaka, 31 Juli 2011)

The best free thing is freedom

Saya teringat tulisan Sindhunata dalam buku"Dari Pulau Buru ke Venezia". Di buku itu ia menceritakan pengalamannya mendatangi beberapa tempat. Tempat pertama yang ia bahas adalah Pulau Buru.

Kalau saya tidak salah ingatan, di bagian Pulau Buru ia bercerita tentang pesakitan. Namun, pesakitan di sana jangan kita bayangkan mereka selalu berada dalam jeruji besi seperti kita lihat di televisi2 itu.

Tidak, tidak.
Mereka hidup seperti kita begini cuma biasanya ditempatkan dalam unit2 tertentu & disebut warga unit/anggota unit.

Di Pulau Buru, warga unit biasa memberi nama manusia kepada hewan, semisal "Susi" untuk kucing, "Joni" untuk anjing, atau "Bunawan" untuk kerbau.

Apa katanya?
"Kami buat begitu hanya sekadar untuk mengingat anak2 kami yang sangat kamirindukan."

keunikan lain, warga unit di Pulau Buru mengawinkan hewan2 antarspesies (selain mereka juga kerap menikahi penduduk setempat).

Perkawinan antarhewan yang pernah terjadi, misalnya kerbau dengan sapi & anaknya diberi nama Bopi (kebo-sapi).
Ayam & itik pernah dikawinkan tapi telur tidak bisa menetas sedangkan hasil perkawinan anjing & babi belum diketahui tapi katanya babinya mengandung.

Hal penting yang menarik dari tulisan Sindhunata ini adalah bagian tentang kebebasan. Tiap ingin ke unit lain, mereka harus punya surat izin. Mengenai ini, anggota unit bilang, "nggak bebas" sedangkan si Komandan (em, semacam pimpinan penjaga unit) bilang, "di sini tidak ada kawat berduri atau senapan."

ya, apa sebenarnya kebebasan itu?
Mengapa menurut orang lain "oh, lu bebas2 aja, kok.." tapi menurut kita "ooh.. Ini sangat menyiksa.. Tidak bebas"?
Apa sebenarnya yang menyebabkan ketidakbebasan itu?
Bukankah dasarnya bebas itu barang gratisan?

Yap, seringkali orang2 tidak berada di jeruji besi, tetapi merasa dirinya tidak bebas. Salah satunya warga unit tadi.


Anda?


 

Rabu, 20 Juli 2011

37!

kayaknya, umur sayah kalo diitung2,
banyak banget abiz di angkot ini.
coba bayangkan sudara,
ngetemnya aja bisa berjam2 padahal waktu perjalanannya cuma maksimal lima belas menit laaahhh...
KALO GAK PAKE MACET!

tapi punya tapi,
di jakarta yang konon kota metropolitan ini,
ada gak sih wilayah yang nggak macet???

ehm,
gak mo ngomongin jakarta,
sayah mo ngomongin 37nya...

saking banyaknya waktu sayah di sini,
semakin banyak juga cerita yang muncul seputar angkot ini.
cerita kali ini begini:

malem itu sudah malam.
angkot masih kosong.
sayah pun mengambil tempat favorit sayah:
pojok deket kaca di bangku isi enam (atau tujuh kalo orang seukuran sayah semua yang duduk).
seiring bergulirnya waktu,
setengah jam lebih kali, yah,
angkot pun penuh.
banyak orang yang antre akan bergantung di pintu angkot.

pak sopir mulai menduduki singgasananya lalu menyalakan angkot.
zzzttttt...
stater berbunyi.
zzztttttttttt...
bunyi lagi.
zzzzzzzzzzzttttttttttt...
penumpang mulai resah.
zzzzzzzzzzzzzzzttttttttttttttt....
oke, nggak bisa juga.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzttttttttttttttttt......
mesin gak mo diajak kompromi.
hingga akhirnya:
"Pak, Bu, ke mobil sebelah aja."

bbrrr...
penumpang buru2 pindah ke angkot sebelah.
sayah santai.
tidak buru2.
1. sayah duduk paling belakang susah akses ke pintu
2. perempuan pasti dapet tempat duduk, kan? (lady's first, remember?)

ternyata eh ternyaaataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......
musnah harapanku.
sayah nggak kebagian tempat duduk!

depan tadinya kurang satu,
tapi si ibu2 nyuruh suaminya (atau siapalah itu) untuk duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja,
padahal si suaminya (atau siapalah itu) maunya bergelantungan dan mempersilakan sayah untuk duduk .
pait, paitt....

di paling pinggir,
di bangku tambahan,
seorang laki2 duduk lurus anteng tak bergeming mendengar sayah bilang:
"duh, kok jadi nggak kebagian, sih?"

laki2 itu nggak ngerti pragmatik apah, yah?
itu kan maksudnya dia suruh bergantung...
uh, uh....

rasanya,
sayah waktu itu pengen bergantung aja,
cuma sayah bawa bawaan banyak,
lagian takut pak sopirnya malu truz langsung mempersilakan sayah duduk di kursi panasnya.

yowezlah,
akhirnyaaaaaaaaaaaa
sayah masuk ke angkot baru lagi,
dan memulai penantian angkot penuh dari awal lagi........
huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhh...
: ((



http://vmg2.files.wordpress.com/2009/03/angkot_koasi.jpg



pesan cerita:
1. jangan pulang malem2
2. jangan percaya dengan ungkapan lady's first
3. jangan bawa bawaan banyak karena susah gantungnya!

tentang 37 (halah!)

37 ini bukan nomor togel, sodara..
tapi nomor angkot yang saban hari sayah tumpangin.

apa yang bisa diceritain dari angkot ini?

hoalah, buanyaaak...

salah satu cerita ini:
malam itu jam tangan sayah menunjukkan pukul delapan lewat (malem),
angkot tinggal satu tanpa penghuni di dalamnya.
selama beberapa menit,
sayah hanya ditemani henpon lobet dan kendaraan berisik.
sisanya, ya, sayah sendiri.

jam 9 lewat seorang bapak masuk angkot.
disusul satu bapak lagi beberapa menit kemudian.
setelah itu,
tetep kami bertiga.
sampai hampir jam sepuluh.

seorang laki2 menghampiri kami dan menanyakan tujuan kami satu per satu.
laki2 yang menghampiri kami : "gini, pak, bu, sebenernya ini angkot udah nggak narik..."
kami : (bingung)
sayah : (dalam hati) "whattzzzz.....???"
laki2 yang menghampiri kami : "mending bapak, ibu, naik yang lain aja.."
sayah : (dalam hati) "whaaaatzzz..??"
bapak 1 : "emang sopirnya ke mana?"
laki2 yang menghampiri kami : "sopirnya nggak mo narik, pak."
bapak 2 : "udah, bang, jalan aja..."
bapak 1 : "sopirnya emang ke mana nggak mo narik? harusnya dari tadi bilangnya,,"
laki2 yang menghampiri kami : "sopirnya... (agak ogah2an) lagi maen, pak..."
bapak 1 : "maen? maen apa?"
laki2 yang menghampiri kami : (berusaha nggak jawab)
bapak 1 : "maen cewek maksudnya?"
sayah : (dalam hati) "hmmm, bisa jadi... sopir kan identik gitu..."
kami : (menatap laki2 itu penuh selidik)
laki2 yang menghampiri kami : "eng, bukan.."
sayah : (dalam hati) "pasti ngelindungin temen.."
bapak 1 : "truz, maen apa??"
laki2 yang menghampiri kami :"maen PS."


haaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh????
jadi,
penantianku dari jam 8 sampai jam 10 sia-sia karena si abang angkotnya maen PS????
seediihhhnyyyyaaa..
hikz.


http://1.bp.blogspot.com/-kbGx962QhQY/Tp2jwBYpRPI/AAAAAAAAAg4/bcxXkAWi6Jg/s1600/kartun_sedih.jpg

(masih) lebaran, oh, lebaran...

masih ngelanjutin cerite sebelumnya,
gara2 macet kelas berat,
driver kite pun berinisiatip tingkat tinggi untuk ambil jalan pintas.
pertama2,
doi mencoba menggeser pembatas jalan yang beton beratnya naujubilah itu,,,

apakah doi bisa melakukan itu?
ya, jelas kagaklaaahhh....

oke, bukan di situ titik penceritaannya.

driver melakukan manuver2 canggih cari jalan pintas.
dipilihlah jalan lampiri
(eh, kite belon sempet bilang kite mo ke kranji, ye?
iye, deh, sekarang dikasih tau.
kite mo ke kranji dari curug..
kagak tau daerah mana?
duh, duh, ayo sekarang juga kite iterin bareng2 itu bekasi).

si abang driver yang sibuk bekerja itu,
memilih jalan2 kodok
(kalo jalan cacing kekecilan soalnya)
biar kite cepet nyampe 7an..

set,set..
tinn..
belok kanan,
belok kiri..
lurus kecepatan penuh..
sampe akhirnya sampailah kite di..
KOBER!

beneran, dah!
kite kagak tau itu di mana.
pokoknya,
yang jelas,
itu kober!

dan,
macet pula!

gimana kaga macet,
jalan kodok,
muat cuma satu mobil,
eh, ini dipake untuk mobil dua arah yang berbeda..
alias adep2an...

puyeng kaga, tuh?
mana banyak buntutnya lagi...
di belakang mobil ono punya buntut,
angkot kite juga punya buntut...
kaga bisa gerak, dah, pokoknye!

mesin mobil pun dimatiin.
daripada mubazir,
gitu kali, ye, tu driver mikirnya..

udah mesin dimatiin,
si driver malah keluar.
ke mana sodara?

doi JAJAN!

jjjjjaaaaaaaaaaaaaahhhhh...
penumpang yang kecewa pun akhirnya
JAJAN JUGA!

hahahahaha...
udah gitu,
pas di warung,
adek kite ditanyain harga barang yang doi beli lagi.
dikata adek kite yang punya warung apa kali?!

lha, kitenye sendiri?
asik ngobrol ama temen senasib di angkot...
ampe ngobrol truz buka jajanan di angkot..
piknik abiz dah pokoknya...


ck, ck,ck...
angkot2...
kalo kite ude pandai naek motor ni,
kite pasti ngerinduin yang namanya angkot..
mwack!


lebaran, oh, lebaran...

ya,
kite tau, dah, ini kaga lagi lebaran...
cumanan kite pengen cerite ajeh...

pada satu lebaran yang cerah,
(lebaran emang harusnya bikin orang2 cerah, kan, ye?
kecuali kalo lagi kaga gablek duit tapi ditatap penuh harap ama keponakan2.
hehehe...)
kite punya keluarga ada tradisi pergi ke orang tue2.
karena motor cuma satu
(itu juga minjem),
maka kite yang muda2 ini
(kite ama adek kite),
naek angkot...

seperti biasa,
seperti yang udah diramalkan,
seperti yang udah diketahui bersama,
jalanan macet sangat.

macem2 dah tingkah orang saat itu.
maklum aje sodara,
macet, det. kaga bisa gerak ke mana2..
motor aje kaga bisa betingkah.
eitz,
tapi, bukan berarti orang2nya kaga betingkah.
macem2 polah orang2.
ada yang tan-tin kaga jelas ditujuin ke siape
(ude tau macet!),
ada yang marah2 nggak jelas kesenggol apanya,
malahan ada seorang perempuan gitu yang ampe berdiri di atas motornya!
dan tau nggak,
dia berdiri di atas motor pake HEELS!

wuidihh..
luar biasa bukan???







*ini gambar apa?
emang nggak ada hubungan langsung ma cerita, sih.. hehe..

Jumat, 24 Juni 2011

kita tetap perlu puisi

kita tetap perlu puisi
selamanya
selama masih ada hal yang ingin dirahasiakan
--dan dalam waktu yang sama
ingin dibagikan
secara cuma-cuma
seperti hujan yang diturunkan dari langit
bebas
lepas
merdu
syahdu
cantik.

^^


untuk para "Oemar Bakrie"

dan ia yang bertitel "guru" itu
membentangkan senarai permintaan
menjadikan orang tua menjelma om jin
secara lantas

ada yang bertanya dalam tubuhnya,
"apa itu respek?
di mana harga diri?"

Oemar Bakrie menutup matanya.

Jumat, 17 Juni 2011

(calon) naskah daun lontar

Setelah baca cerita "Lupus" bagian Boim yang nulis diary di daun lontar,
saya jadi kepengen juga nulis di daun lontar.
Saya mau buat drafnya dulu baru nanti disalin ke daun lontar yang sesungguhnya untuk dibaca anak-cucu saya.
Dengan begitu, Indonesia punya 1 calon naskah lama, kan?
Hehehe..

Dan untuk kamu, para pembaca yang budiman
(iyaa.. Padiman juga deh..)
karena kamu udah mau klik catatan ini, saya bagikan drafnya secara gretongan.
Ehm, tapi, syaratnya, cukup berenti di kamu, ya..
Jangan bilang siapa-siapa lagi..
Nanti ketahuan semua orang sebelum saya sempat nulis beneran di daun lontar.
Mana seru, kan?

Gini kira-kira isinya.


Djakarta, 4 Djoeni 2011

anak-tjoetjoe2koe tertjinta,
apa gerangan jang sedang kamoe lakoeken sekarang ini?
Biar nenekanda tebak.
Pasti sedang batja, kan?
Ja, kan, ja, kaan?
Ach, memang nenekandamoe ini berbakat tjenajang.

Anak-tjoetjoe2koe tertjinta,
bagaimana kabar Indonesia kita?
Semakin raja, semoga.

Apa kamoe tahoe, Nak,
nenekandamoe ini menoelis di atas daoen apa?

...

Djawab doeloe atoeh, Nak..

...

Nggak tahoe?

Hem, ini namanja daoen lontar.
Daoen jang digoenaken olech orang2 sebeloem nenekanda lachir oentoek menoelis.

Tahoekah kaoe lontar itoe apa?
Hah? Martil?
Boekan, boekan..
Boekan lontar martil, Schat..

Daoen lontar ini dari pohon lontar,
boekan pohon martil.
Jadi, sebenarnja apa hoeboengan lontar dengan martil?
Apa perkawinan silang tidak resmi?

Eh, ngelantoer.
Makloem, nenekanda memang poenja kedjenioesan jang tak disangka2.
Hahaha..

Tahoe pohon lontar, Nak?
Nggak?
Ja, wadjar..
Djanganken kamoe..
Nenekanda djoega tidak tahoe-menahoe lontar itoe apa..
Hahaha..

Eh, boong ding..
Sebenernja nenekanda tahoe, Nak
tjoema nenekanda tidak maoe kamoe mandja
jang semoeanja soedah tersedia.
Nenekanda maoe kamoe tjari tahoe sendiri.

Kamoe tanja sana sama tante wiki ataoe om goegel
tapi kamoe djuga perloe pergi ke keboen raja ataoe moeseoem tanam2an dan temoeken pohon lontar.
Boehnja enak, lho..

Emmm..
Soedah doeloe, ya, Nak..
Itoe sadja doeloe.
Nenekanda maoe ke mal doeloe,
mentjari tjalon kakekmoe..
Huahahahaha..

Boeroeng irian boeroeng tjendrawasich,
tjoekoep sekian terima kasich.





















Empat kali empat enam belas,

sempat tidak sempat harap dibalas.


Salam tjinta,


nenekandamoe
coepzmoeahmoeah..
^^

Selasa, 07 Juni 2011

gambar asoy

ATAS NAMA KEBAHAGIAAN

Perempuan itu tahu sang lelaki menyukainya
dan lelaki itu pun tahu sang perempuan menyukainya.

Suatu kali,
sang lelaki mengetahui ada pihak lain
yang ingin memiliki sang wanita.
Sang lelaki pun lantas membiarkan
—bahkan mendorong—
pihak lain itu untuk mendekati si perempuan.

Menurut sang lelaki,
“Saya rela kamu bersama dia..
Yang penting kamu bahagia.
Ini yang terbaik untuk kamu.”

Perempuan bilang,
“Bodoh!
Dari mana kamu tahu dia yang terbaik atau bukan?
Bagaimana kamu bisa bilang aku akan bahagia dengan dia?
Yang aku inginkan itu kamu!
Kamu pikir aku barang,
yang bisa kamu serahkan kepada pihak lain?
Sejak awal kamu tahu perasaanku
dan aku juga tahu perasaanmu.
Mengapa kita tidak bersama saja?”

“Ini demi kebahagiaan kamu..”

“Omong kosong!
Kebahagiaan bagian mana?
Aku sakit,
Kamu sakit,
Lalu kamu harap aku berbahagia
dengan orang yang jelas-jelas bukan orang yang ingin kubagi hati??
Jangan jadi pengecut!
Kalau kamu suka ya suka.
Mari berjalan bersama.
Bukan malah menjual aku
Pada pihak
Yang—kaubilang—terbaik dan akan membahagiakanku.
Lagipula,
Biar aku yang menentukan
apa yang terbaik bagiku,
apa yang membahagiakanku,
dan dengan siapa aku ingin wujudkan itu.”

(Jaticempaka, 11 April 2011)

Jumat, 03 Juni 2011

Cita2..

Ini cerita teman saya yang membimbing siswa 3 SD..

Ia menanyakan cita2 mereka.

"apa cita2mu?"

apa si anak jawab?

"jadi istri Briptu Norman, kak.."

"loh, tapi nggak kejauhan umurnya?"

"oh, nggak, dong, kak..
Nanti pas aku umur 20 tahun, Briptu Norman baru umur 40 tahun..
Nanti kita bisa tunangan dulu.."

"tapi kan sekarang dia udah punya pacar?"

"yah.. Kita kan nggak tahu apa yang terjadi nanti, kak.."

*speechless

Senin, 30 Mei 2011

Betapa ringannya tanganmu, Pak!

Betapa ringannya tanganmu, Pak!
Tiba-tiba sudah mampir di pipi
lanjut terbang mampir ke leher.
Bapak pikir saya lalat?

Betapa ringannya kakimu, Pak!
Tiba-tiba sudah membuat sarang di perut
lanjut saya tersuruk di sudut.
Bapak pikir saya bola sepak?

Saya masih manusia.
Sama saja seperti Bapak.
Tapi,
mengapa tanganmu begitu ringan?
Mengapa kakimu mudah melayang?

Jika aku ambil panci sebagai pengganti tangan
dan sapu sebagai pengganti kaki
maka meluncurlah label di dahiku:
"durhaka".



(Selalu semangat, Kawand..)

ulangi lagi, dong!

Jam 8 malam tadi saya pergi ke kondangan.
Saya memang agak terbiasa kondangan jam segitu
toh, biasanya belum bubar
atau belum benar2 bubar acaranya
apalagi rumahnya masih lumayan deket2 rumah saya..

Sesampainya di TeKaPe,
ternyata eh ternyataa
resepsinya udah bubaran beneran!
Bangku udah tersudut rapi.
Paling sekedip mata itu tenda juga udah dilipet.

Berhubung udah sampe,
ya udah, dong, saya masuk aja dengan pede tak bersalah.

Apa sambutan sang Nyonya rumah?

"ya, ampun, Kak Ikaa..
Ko baru dateng gini arii?
Pasti nggak baca undangannya ya?
Kan acaranya cuma sampe jam enaaam.."

(jiaaaaah.. Jadi cuma sampe jam enaam?)

*nyengirr

**nyari2 alasan

***nggak nemu

****malah keingetan "Kick Andy" kemaren malem bagian Agustinus Wibowo. Doi cerita, waktu di Uzbekistan (atau deket2 situlah), doi dateng ke acara nikahan (catatan: undangan dibagikan dengan cara disebar di pasar).
Doi dateng pas acara udah bubaran.
Nggak mau ngecewain tamunya atau apa, sang Tuan rumah bersedia mengadakan upacara ulang.
Ya, khusus buat tamu yang datang pas acara bubaran, mereka pun mengulang pernikahan mulai dari tarian sampe tangis-tangisan segala!
Wedew.

*****mungkin nggak ya begitu di sini?

******sadar.

nggak mungkin.

Wani piro?

turun, nih!

Anda perempuan?
sering melakukan aksi "turun, nih!"?
aha.
cekibrotlaahh..


eh, ada yang nggak tau?
oke,
saya jelaskan dulu apa itu aksi "turun, nih!"
aksi "turun, nih!" adalah sebuah aksi simpatik-posesip-prepentip-proaktip-propokatip (halah, ngasal!) 
yang dilakukan oleh perempuan bila kesal terhadap kekasihnya (atau siapanyalah itu) tetapi posisi masih nangkring di atas kendaraan bermotor.


hal yang bikin perempuan kesal hingga ia berniat ingin turun dari kendaraan bermacam-macam.
misalnya,
cowoknya: "Beb, kamu belom mandi, ya?"
ceweknya: "Apa, sih? udahlah. kenapa emang?" (tersinggung)
cowoknya: "kok ada bau nggak sedap, ya?"
ceweknya: "trus, maksudnya yang bau itu PASTI akuuuuu?"


sedetik kemudian..
ceweknya: "udah. turunin aku di sini."


nah, itu contoh aksi "turun, nih!".
pernah?


em, di sini saya akan membantu bagi yang sering melakukan aksi ini.
(uhuk, nggak usah terima kasih).
ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk melakukan aksi ini.


1. PASTIKAN kekasih Anda (atau siapalah itu) adalah benar-benar orang yang sayang, atau (paling nggak) baeklaah terhadap Anda. jangan pilih pria yang nggak tahu diri, tegaan, dan cuek kelewatan.
kenapa?
ini penting, sist.
karena bisa-bisa kamu beneran diturunin dan ditinggal pulang.
yang tadinya kesel jadi makin mangkel, kan?


2. taapiii..
kalo emang ditinggalin beneran, ya.. ya, udah.
ini tips selanjutnya.
sebelum berangkat, PASTIKAN tas Anda berisi uang, bukan cuma aksesoris, doang..
jadi, meskipun ditinggal di jalan, Anda bisa naek taksi, naek ojek, atau naek angkot kalo tahu ditinggal di daerah mana.


3. aha.
masih terkait dengan kalimat terakhir tips sebelumnya.
pengetahuan tentang seluk-beluk Jakarta (atau tujuan kita) itu penting, sist.
sebelum bepergian, harusnya kita sudah tahu akan ke mana dan PASTIKAN tahu jalan-jalannya untuk mengantisipasi terjadinya adegan ini.
eng, atau nggak, bawa peta juga nggak papah.. :D


4. em, kalo misalnya Anda benar-benar ditinggal di jalan dan ternyataaaaaaa nggak bawa uang,
ini malapetaka.
eh, tapi tenang.
sejak awal, PASTIKAN dulu hape Anda ada pulsanya.
nah, hubungi tuh dewa-dewa penolong Anda (yang entah siapa lagi itu).
beres.


5. kemungkinan terburuknya,
jika Anda nggak bawa uang,
pulsa nggak ada,
dan beneran ditinggal di jalan,
ya, ya, udah..
jalan kaki ajah.
untuk menjalankan tips ini, PASTIKAN Anda sehat (minimal) secara fisik.
tanamkan sugesti dalam diri Anda bahwa Anda adalah olahragawan tingkat dewa.
*ngebayangin: diturunin di daerah priok tapi rumah di Jatiwaringin.
trus, jalan kaki gitu?
kurang dewa apa, coba?
-_______________-"
  
6. tips terakhir.
PIKIRIN mateng-mateng deh kalo mo ngelakuin aksi ini.
prinsipil atau nggak hal yang kita permasalahkan.
kalo dia hampir membunuh Anda karena Anda menolak dia,
ya itu sih udah kaga pake mikir 2x kaleeee..
cuma kenal satu kata:
TURUN.
hih.
dia pikir dia siapa?

Kamis, 19 Mei 2011

Apa hidup harus begitu?

Apa hidup harus begitu?
Seorang perempuan muda berkaca mata hitam
tidak turun dari BMW-nya
ketika mengisi bensin.

Apa hidup harus begitu?
Seorang ibu-ibu menggendong bayi entah anak siapa
untuk meratap di jalanan.

Apa hidup harus begitu?
Seorang pria legam
terbakar matahari
bertelanjang dada
berlumpur-lumpur
memasukkan entah kabel apa itu di pinggir jalan.

Apa hidup harus begitu?
Seorang kakek berkeliling
membawa gerobak rujak.

Apa hidup harus begitu?
Seorang ibu mencium duit
bahkan sujud syukur
karena mendapatkan uang segepok
yang harus dihabiskan dalam jangka waktu sekian lama
dan direkam dalam kamera.

Apa hidup harus begitu?
Dua orang anak terlelap
dalam gerobak bergabung dengan barang-barang hasil pulungan
dan kedua orang tuanya mendorong gerobak.

Apa hidup harus begitu?
Seorang perempuan menor
berbaju kesempitan
mengedip-ngedip bukan cacingan
melambai-lambai kepada segala pengguna kendaraan.

Apa hidup harus begitu?
Seorang anak usia SD
tidak melanjutkan sekolah
demi menjaga adiknya
karena neneknya bekerja menjadi buruh petik sayur
dan ibunya bekerja di Arab.

Apa hidup harus begitu?
Seorang anak SD
berkata dengan mudahnya,
“Oh, sepatu lu 200 ribu?
Ko murah, sih?
Beli di mana?”

Apa hidup harus begitu?
Seorang nenek rela membayar 100 ribu
untuk seseorang yang bisa mengerjakan PR PKn milik cucunya.

Apa hidup harus begitu?
Seorang pria membatalkan lagi pertemuannya
dengan perempuan yang jelas-jelas mendambanya.

Apa hidup harus begitu?
Seorang anak 3 SD
terbiasa berkata cabul
dan mengintip kakaknya mandi.

Apa hidup harus begitu?
Sepasang kakek nenek
makan nasi sebungkus berdua
tersenyum sederhana
di pelataran parkir.

Apa hidup harus begitu?
Dengan mudahnya
orang berkata,
“Kenapa hidup gue sengsara banget?”

Apa hidup harus begitu?
Seorang perempuan tergila-gila
kepada seorang pria yang hampir tidak dikenal
yang dikenal hanya dari dunia maya
yang barangkali sekadar lewat dalam hidupnya.

Sekarang bilang,
Apa hidup harus begitu?
Bagaimana seharusnya hidup itu?

Hati punya logika sendiri

Tiba2 saya teringat dengan karakter permaisuri di film Korea "Princess Hours".
Di film tersebut,
sang permaisuri raja merupakan tokoh taat adat yang terkesan kaku.

Yang menarik perhatian saya,
meskipun terkadang tampak kaku dsb
ia juga merupakan orang yang sangat setia dan sangat mencintai suaminya.

Ya, ia sangat setia
dan sangat mencintai suaminya
walaupun ia tahu benar bahwa
hati suaminya bukan miliknya
tetapi milik orang lain
--dan mungkin seumur hidup begitu.
(dalam cerita tersebut dikisahkan raja mencintai dan menjalin hubungan dengan iparnya).

Sang permaisuri tampak luar biasa
(saya nggak tahu istilah yang tepatnya,
saya pikir "luar biasa" cukup mewakili
ketimbang "aneh", "tidak biasa", atau "bodoh")

ia berpuluh tahun mencintai
dan tinggal bersama orang yang tidak mencintainya.
(terbuat dari apa, ya, hatinya itu?)

Sang raja juga tak terkejar logikanya.
Ia bersikap baik tetapi tetap tak bisa memberi cintanya.
Ia membiarkan hatinya tetap di luar sana.

Benar2 logika yang sulit dicerna.

Kenapa si suami tidak mencintai istrinya yang mencintainya saja?

Kenapa juga si istri tetap mencintai suami yang jelas2 tidak mencintainya dan lebih memilih memberi hatinya kepada orang lain itu?

Benar2 hati memiliki logikanya sendiri..

Senin, 16 Mei 2011

Mengapa "Rumah Matahari"?

mengapa blog ini pake nama "Rumah Matahari"?



jawabannya,


ya, karena saya suka.

cukup.
^^







"rumah matahari" buatanku..



Rabu, 11 Mei 2011

PERTOLONGAN

Menurut gw,
Pertolongan orang lain bikin lu terikat ma orang itu..
Iya kalo lu ditolong oleh orang yang lu inginkan..
Nah, kalo ditolong ma orang yang nggak lu inginkan?

Emm..
Kurang lebih kayak hubungan Snape ma Harry Potter itulah..
Nggak suka tapi terikat.
Berbeda tapi saling mengerti.
Membenci tapi nggak bisa pisah.
Nggak asoy, kan?

Truz,
Apa ada pertolongan murni tanpa rasa bersalah?

Jumat, 29 April 2011

Lalu..

Lalu perempuan itu pun terbangun
dari biusan penyihir jahat
dan ia mendapati dirinya
tengah menari di atas telaga
di bawah rembulan yang menyipit..

Kini, ia sedang berlari ke arah matahari
untuk menyembuhkan amnesianya..

Peturasan raja

Di sebuah kastil kerajaan entah berentah,
tinggallah raja bersama 6 orang putri,
2 orang punggawa,
dan 2 orang dayang.

Suatu ketika, peturasan raja selesai dibeautifikasi.
Peturasan tersebut dibuat dari batu2 kali terpilih bertahtakan berlian.
Para penghuni kastil sangat mengagumi peturasan itu.
Mereka pun menggunakan peturasan tersebut untuk membuang hajat,
apalagi karena peturasan mereka belum selesai dipercantik.

Singkat kata,
mereka berbondong2 menggunakan peturasan raja.

Melihat itu,
salah seorang dayang bernama Nyi Dedemitpelitmedit tidak suka.
Ia bersekutu dengan peri kegelapan berencana mengangkangi peturasan raja.
Atas nama raja, ia tidak memperbolehkan siapa pun menggunakan peturasan raja,
kecuali raja, dia, dan temannya.

Dengan bantuan peri kegelapan,
ia memanggil ahli sihir bernama Pak Kuncimengunci untuk membuat peturasan raja tidak dapat digunakan oleh penghuni kastil yang lain.

Ia berkata kepada punggawa,
"tiada ada yang boleh menggunakan peturasan raja karena ini adalah tempat pribadi raja.
Begitulah adanya titah raja yang disyiarkan kepada hamba.
Harap diperhatikan."

punggawa pun menyampaikan syiar tersebut kepada para putri.
Para putri yang biasanya cantikanggunrapinanrupawan itu marah mendengar syiar tersebut.
Pasalnya, mereka tentu tidak akan memakai peturasan raja jika peturasan mereka sudah selesai dibeautifikasi.
Mereka lantas berlomba menelurkan kata2 bernada amarah.

Terjadilah perang urat syaraf di antara para putri dengan Nyi Dedemitpelitmedit.

Terus begitu
hingga suatu hari peturasan raja benar2 dikunci.

Para putri dan punggawa kebingungan.
Akan buang hajat di mana mereka?

Namun, itu tidak lama
karena mereka mendapati peturasan mereka sudah selesai dipercantik.

Yang menarik adalah,
tepat ketika peturasan para putri dan punggawa selesai dibeautifikasi,
peturasan raja mengalami masalah pembuangan.
Alhasil, peturasan raja untuk sementara tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Dengan senyum penuh hikmah,
Para putri & punggawa berkata,
"oh, sungguh malang nian raja.
Namun, lebih malang Nyi Dedemitpelitmedit karena harus ketula secepat ini..
Oh.. Tentu kita tidak berharap dia sengsara karena harus menumpang di peturasan kita.."

mereka pun akhirnya bersepakat untuk mengizinkan Nyi Dedemitpelitmedit menggunakan peturasan di rumahnya yang ada di puncak gunung di seberang lautan jika ingin buang hajat.

(padahal warga di desa Nyi Dedemitpelitmedit masih menggunakan semak2 atau sungai untuk buang hajat)


Oh, sungguh malang nian
Nyi Dedemitpelitmedit..

Rabu, 13 April 2011

Kebiasaan!

Lagi bengong2 di angkot gini bikin sayah ingat cerita kawan dulu.
Doi pengguna bis ijo gede nomor 98 yang terkenal langka jurusan pulogadung-pasar rebo itu.
Doi dulu cerita tentang pengalamannya di 98.
Bukan karena berjubelnya, bukan..
Itu sih nggak usah ditanya..
Betapa para penumpang kayak pepes jatoh ketiban tangga.

Ehm, oke, itu berlebihan.
Ya, yang jelas doi bukan cerita tentang berjubelnya penumpang di bis itu.

Doi cerita,
waktu itu ada seorang ibu yang ditagih ongkos ma kenek.
Si ibu dengan pede tak bersalah ngasih seribu lima ratus ke si abang kenek
--padahal ongkos benernya dua ribu.
Si abang kenek protes, dong..
Abang kenek bilang, "Bu, dua ribu..
Kurang gopek ini.."

apa si ibu bilaang?

Desye bilang,
"nggak, ah.
Ntar kebiasaan."


*Laaaaaaaah..
Dikata itu kenek anaknya yang minta duit jajan apa yak?